HARITA.ID – Kesbangpol Kota Cilegon kumpulkan tokoh lintas agama di Kota Cilegon dalam memberikan pembekalan terhadap kerukunan beragama di Kota Cilegon.
Kepala Bidang Kewaspadaan Dini Konflik Ormas dan Ketahanan Eksosbud pada Kesbangpol Kota Cilegon, Faishal Amin mengatakan pihaknya melakukan kegiatan tindak lanjut dalam pelaksanaan kerukunan beragama yang digelar pada beberapa minggu lalu.
Apalagi, lanjut Faishal, dalam kegiatan kali ini merupakan kegiatan tindak lanjut dalam memberikan pemahaman terhadap forum pemuda lintas agama di Kota Cilegon.
“Iyah kegiatan hari ini merupakan kegiatan lanjutan dari tanggal 18 September 203. Kemarin sudah kita kumpulkan tokoh masyarakat di Kota Cilegon. Dan pada hari ini kita melakukan kumpulan dengan forum pemuda lintas agama,”ujar Faishal Amin saat diwawancarai wartawan Senin 25 September 2023.
Dikatakan Faishal, dalam kegiatan sosialisasi kepada forum pemuda lintas agama ini, yang digelar pada hari ini merupakan kegiatan memang keduanya ada korelasi dengan program.
Apalagi, lanjutnya, karena ini menyangkut dengan kerukunan agama. Maka diperlukan dengan menjaga kondusifitas baik dengan kaitanya dengan Kota Cilegon yang beraneka ragam.
“Kedua kegiatang digelar oleh Kesbangpol dalam memberikan pemahaman terhadap tokoh agama maupun tokoh pemuda lintas agama sama sama ada korelasinya. Apalagi keduanya itu sangat berkesinambungan dalam menjaga kondusifitas di Kota Cilegon,”paparnya.
Kemudian yang kedua, pertemuan hari ini, sebenarnya harus ada kontribusi peran pemuda lintas agama dengan konteks kerukunan beragama di Kota Cilegon.
“Jadi kalau kita sudah memfasilitasi pertemuan tokoh agama dan fordaliganya, maka nanti kita akan mengundang FKUB Kota Cilegon dan Kemenag karena ada kaitanya dengan program pembentukan kampung moderasi. Dan ini belum ada tahapan kajian disana,”paparnya.
“Diakhir harapanya kami tidak ada konflik iyah. Tapi sepanjang pengetahuan kami karena Kesbangpol menaungi kaitanya komunikasi intelijen daerah kaitanya dengan politik identitas atau politik syara besar kemungkinan ada. Oleh sebab itu,ini juga menjadi wasilah pertemuan komaliga,FKUB, forgaliga harus ada peran untuk kaitanya dengan politik syarah atau adanya gesekan supaya tidak ada gesekan atau kepentingan yang masuk. Maka artinya mereka harus ada kontribusinya dan tanggung jawab,”pungkasnya. (Zar/Red)







