Harita.id
Selasa, 15 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Warga Kota Serang Dari Wamena Ikuti Kegiatan Trauma Healing
Sosial Budaya

Warga Kota Serang Dari Wamena Ikuti Kegiatan Trauma Healing

admin
Diterbitkan: 29 Oktober 2019
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG,- Terdengar tertawa dalam forum yang ada di gedung Tim Penggerak PKK Kota Serang. Psikolog yang diundang oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama Tim Penggerak PKK Kota Serang berhasil mencairkan suasana kegiatan Trauma Healing Untuk Korban Konflik Wamena.

Pascapemulangan 11 orang warga Kota Serang yang tinggal di Papua, Pemkot Serang berusaha mengantisipasi agar para penyintas, khususnya anak-anak, tidak merasakan trauma akibat konflik tersebut.
Konflik sosial yang terjadi di Wamena dikhawatirkan akan menimbulkan efek psikologis yang panjang bagi para penyintasnya. Sebab itu, dengan kegiatan trauma healing diharapkan dapat mengurangi, bahkan menghilangkan efek negatif tersebut.

Biasanya, kegiatan trauma healing memang disasar kepada anak-anak, dikarenakan mental dan psikologisnya yang dianggap belum kuat. Akan tetapi, dalam kasus ini, ternyata orangtua yang lebih merasakan trauma, hingga menyatakan masih berpikir-pikir terlebih dahulu untuk kembali lagi ke Papua.

“Mau pulang ke Papua lagi, tapi kondisi disana belum begitu kondusif. Kalau bisa mah, kita gak kesana lagi. Mudah-mudahan di Kota Serang bisa berusaha kembali,” ujar Nur Hasanudin, warga Dalung yang menjadi salah satu penyintas konflik Wamena, Selasa (29/10).

Ia mengakui, kegiatan trauma healing seperti ini cukup dibutuhkan, karena dengan kondisinya saat ini yang belum dapat bekerja lagi, akhirnya menyebabkan tidak ada kegiatan yang dapat mengalihkan ingatan atas konflik tersebut.

Baca Juga

Satu Tahun Zakiyah-Najib, 717.147 Warga Kurang Mampu Difasilitasi Jaminan Kesehatan, 559.770 Warga Terlayani CKG
1.500 Masyarakat Ikuti Tradisi Seba Alit, Al Muktabar Minta Anak Anak di Baduy Tak Terkena Stunting
1.500 Masyarakat Baduy Datangi ke Pemprov Banten, Ini Pesan Al Muktabar di Seba Baduy 2024
Kerajinan Khas Provinsi Banten, Tine Al Muktabar Promosikan Batik Tenun Baduy di Surakarta Jawa Tengah

“Namun setelah mengikuti trauma healing ini kita jadi tahu sedikit demi sedikit bagaimana mengatasi trauma atas konflik yg terjadi kemarin,” jelasnya.

Ia berharap, Pemkot Serang dapat mengupayakan agar dirinya beserta penyintas yang lain dapat berusaha atau bekerja kembali. Selain itu, ia berharap pula anak-anak bisa melanjutkan pendidikan sekolahnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri juga oleh ketua TP-PKK yang juga merupakan ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang Ade Jumaiah Syafrudin.

Baca Juga

Perwakilan Provinsi Banten Ikuti HUT Ke-44 Dekranas dan HKG ke-52 PKK di Solo, Begini Pesan Al Muktabar
Azizan-Yulli, Kang Nong Kabupaten Serang 2024
Kembali Latih Warga Membatik, Bupati Serang Komitmen Jaga Budaya
DWP Provinsi Banten Bakal Gelar Lomba Line Dance Pada Hari Kartini

Istri dari Walikota Serang ini menegaskan, pihaknya akan terus mendampingi para penyintas. dalam rangka menghilangkan traumanya tersebut.

“Saya berharap para korban tidak terlarut larut dalam konflik yg terjadi disana, kita terus berupaya agar semua baik baik saja. Juga bagi yang sudah terkena dampak konflik, kita datangkan psikolog untuk mengatasi trauma atau syok tersebut,” jelas Ade.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Psikolog yang dihadirkan sudah menyatakan siap untuk bekerjasama, dan bersedia untuk mendampingi serta memberikan konsultasi jika para penyintas tersebut merasakan trauma.

“Untuk yang sudah dibawa ke Kota Serang, kita akan berupaya untuk mengembalikan kondisi mereka,” tandasnya.

Kasie Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Kota Serang Sinta menyatakan, kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk pendampingan yang diberikan bagi warga penyintas konflik Wamena.

Menurutnya, terdapat 4 keluarga dan 4 anak yang mengikuti kegiatan tersebut dengan jumlah 11 orang.

Baca Juga

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Paguron Silat dan Jawara Jaga Stabilitas Daerah
Tutup Pelatihan Tenun Baduy, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Lestarikan Warisan Budaya Leluhur
Dindikbud Gelar Kirab Dan Festival Budaya Diapresiasi Warga Cilegon
Tingkatkan Seni Dan Kebudayaan Di Cilegon, Dindikbud Gelar Kirab Dan Festival Budaya Tahun 2023

Ia mengklaim, anak-anak terlihat tidak mengalami trauma dikarenakan tidak menyaksikan secara langsung konflik yang terjadi, sehingga anak-anak tidak mengalami dampak langsung, khususnya terkait psikologi mereka.

Ia menyatakan, trauma healing ini akan dilakukan secara berkesinambungan, hal ini dikarenakan, menurut psikolog yang hadir dalam kegiatan tersebut, trauma akan muncul pada bulan-bulan berikutnya.

“Menurut psikolog tadi pak Sake, trauma terlihatnya jika sudah berjalan 6 bulan, adapun saat ini sifatnya masih syok,” ungkapnya.

Sinta menyatakan, Pemkot Serang berusaha untuk respond dan sigap dalam rangka melindungi warganya. Sebab itu, tidak lama setelah kejadian konflik, Walikota Serang langsung menelepon ke salah satu warga Kota Serang yang berada di Papua. (Dm/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya 8 Tips Menghilangkan Bau Mulut Setelah Makan Daging
Artikel Berikutnya Kembalikan Formulir, Helldy Agustian Harus Maju C1 Di Pilkada Kota Cilegon
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Pemkot Cilegon Siapkan Kuota 763 Penerima Program Beasiswa Cilegon Juare 2026

Sate Bandeng Cilegon Didorong Naik Kelas, Kualitas hingga Legalitas Jadi Perhatian

Bupati Serang Ratu Zakiyah Kunjungi Posko Carita, Temui Keluarga Korban 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Robinsar Bersama PWI-SMSI Turun dalam Pencarian

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Sosial Budaya

Pemprov Banten Gelar Parade Budaya di Bandara Soekarno Hatta

Sosial Budaya

STQH 2023 Jambi, Pj Sekda Virgojanti: Kafilah Provinsi Banten Siap Berikan Yang Terbaik

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Baduy

Sosial Budaya

Hadiri Deklarasi TTKKBI, Al Muktabar: Pesilat Pelestari Seni Budaya dan Menciptakan Kamtibmas

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Tampilkan Tenun Baduy dan Rajutan Pada Pameran Asta Karya Nusa

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com