HARITA.ID – Pasca melambungnya kenaikan harga tahu dan tempe atau kedelai yang juga sebagai bahan baku utama pembuatan tahun dan tempe, peredaran kedua makanan tersebut di Pasar Kranggot mulai langka keberadaannya.
Kepala UPTD Pasar Kranggot Kota Dani Rachmat mengatakan, saat pihaknya melakukan tinjauan ke Pasar Kranggot dalam memastikan ketersediaan tempe dan tahu. Yang mana diketahui para pedagang tahu dan tempe sudah mulai tidak berjualan. Dari hasil di lapangan bahwa hanya beberapa pedagang saja yang berjualan untuk menghabiskan stok.
“Hari ini juga saya sudah perhatikan sudah terlihat dari yang ada. Mungkin ada pengurangan terhadap oplak tidak dikirim, dari pedagang lain manakala saya mendapatkan informasi ke pedagang-pedagang pun juga tidak ada pengiriman,” katanya, Kamis 03 November 2022.
Dani menjelaskan, terkait kabar bakal ada rencana mogok jualan dari pedagang tahu selama tiga hari kedepan, ia membenarkan hal tersebut. Ia berharap kedepannya Pemerintah Pusat bisa menekan harga kecang kedelai agar pengrajin tahu bisa kembali produksi.
“Membenarkan bahwa ada rencana selama 3 hari dilakukan demo penjualan tahu, jadi tidak ada yang jual tahu selama 3 hari tepatnya dari hari jumat sampai minggu,” pungkasnya. (Zar/Red)










