HARITA.ID – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengakui bahwa Kota Cilegon masih banyak ratusan orang tua korban yang melapor aduan kepada kekerasan anak di Kota Cilegon. Maka sambung Sanuji, dari ratusan orang tua yang telah melaporkan kepada Pemkot Cilegon itu ia menduga masih banyak yang enggan berani melaporkan permasalahan kasus anak itu kepada Pemkot Cilegon. Padahal kasus kekerasan anak masih kerap terjadi di Kota Cilegon.
“Kalau menurut data di tahun 2022 di Kota Cilegon yang melapor itu ada 144 korban yang mengadu kepada Pemkot Cilegon. Maka yang kita khawatirkan itu, diluar yang mengadu masih ada data yang tidak terikat. Karena belum ada yang mengadu,” ungkap Sanuji kepada wartawan, Selasa 14 Febuari 2023.
Dijelaskan Sanuji pada data pengaduan yang kerap terjadi kekerasan pada anak yang ia terima itu sekitar 144. Akan tetapi dari 144 itu masih banyak kasusnya yang belum mengadu. Jika di ibaratkan satu orang yang mengadu itu ada 2 sampai 3 kasus. Maka secara otomatis bisa sampai 500 yang mengadu. Oleh sebab itu, Sanuji berharap permasalahan kasus pada kekerasan anak menjadi peran stekholder yang ada di Kota Cilegon agar mendukung dan memperhatikan kasus kekerasaan anak di Kota Cilegon.
“Ini masalah bersama jadi saya berharap ini juga harus ada perhatian penuh. Karena 34 persen warga Cilegon adalah anak anak,” terangnya.
“Kalau anak anak Cilegon di sebut 18 tahun ke bawah maka jumlahnya 34 persen. Jadi cukup besar 34 persen penduduk Cilegon itu anak. Jadi harus perhatian kita kepada pendidikan anak pelindungan anak Kota layak anak program program yang lebih pas untuk anak anak,” pungkasnya. (Zar/Red)










