HARITA.ID – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Cilegon keluhkan lantaran tak sesuai mendapatkan bantuan kartu aktif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Namun, pada realitanya beberapa Anggota KPPS hingga sampai saat ini belum mendapatkan bantuan kartu aktif BPJS.
Untuk diketahui sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Cilegon bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui 3.017 Anggota KPPS tidak terakomodir kartu aktif untuk seluruh penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Salah satu Anggota KPPS di Cilegon, yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan lantaran kartu aktif BPJS yang di janjikan untuk pihak penyelenggara akan dibagikan namun, realitanya belum sama sekali menerima kartu BPJS.
“Belum nerima kartu aktif BPJS,” ujarnya melalui pesan singkatnya saat dikonfirmasi, Sabtu 24 Febuari 2024.
Kata dia, pihaknya mempertanyakan soal mekanisme pengambilan kartu aktif BPJS. Hal itu, kata dia sudah ia lakukan di jauh jauh hari dalam mekanisme yang telah diatur oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon.
“Maune mah di kon daftar kabeh. Embuh nja tekang siki ora nyekel kartune,” tuturnya.
Senada dengan Anggota KPPS yang diatas, ditambahkan salah satu Anggota KPPS yang tidak ingin disebutkan namanya bahwa, soal pengadaan kartu aktif BPJS kepada seluruh anggota KPPS hingga saat ini dirinya bersama seluruh anggota penyelenggara Pemilu 2024 di Cilegon belum menerima. Bahkan, ia juga hanya menggunakan BPJS secara mandiri.
Oleh sebab itu, kata dia, pihak penyelenggara Pemilu 2024 dinilai hoaks alias bohong lantaran janji yang di gadang oleh KPU akan di realisasikan, namun hingga saat ini belum terealisasikan.
“Gada, dan saya juga makai kartu BPJS secara mandiri. Lah hoax a, katanya mau dapet bpjs ketenagakerjaan jeh ga dikasih,” tandasnya. (Zar/Red)











