HARITA.ID – Politisi Partai Demokrat dan juga sebagai Tokoh pendiri Provinsi Banten Haji Udin Saparudin murka terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) lantaran hasil pemilihan umum (Pemilu) 2024 tidak sesuai fakta.
Hal itu terungkap saat Udin Saparudin mengungkapkan kekeselanya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten pada kegiatan Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Provinsi Banten pada Pemilu Tahun 2024 pada hari terakhir.
“Stop. Kita bisa bertanggung jawab sepenuhnya,” ungkap Udin Saparudin kepada harita.id, Senin 11 Maret 2024.
Kata Udin, ia menduga pihak penyelenggara Pemilu 2024 di Banten seakan mengabaikan peran fungsinya.
Sehingga, dari hasil temuan atau fakta yang ia himpun terdapat kecurangan.
“Jadi jangan setlah ini di anggap di abaikan. Ini mau serius enggak ini Pemilu ini atau mau main main?,” ungkap Udin dengan nada tegas.
Udin menilai, bahwa peran penyelenggara pemilu seakan akan cuci tangan alias lepas tanggung jawab.
Apalagi, ia menekankan bahwa barang siapa yang memainkan kebohongan di tanah banten akan berdampak terhadap kualat karena sudah berani melakukan pembohongan publik.
“Saya bukan seudzon. Ada apa ini KPU dan Bawaslu? Kedip kedip mata. Ini Banten ini, hati hati kualat. Orang yang memainkan kebohongan itu kualat. Saya punya data fakta,” tandasnya.
Sementara itu, komisioner KPU Banten Ahmad Sujai saat dimintai tanggapanga enggan menjawab pernyataan saksi dari demokrat yakni Haji Udin Saparudin. (Zar/Red)











