Harita.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Kuliah Umum “Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang” Membuka Tabir Sejarah Gelap di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Uncategorized

Kuliah Umum “Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang” Membuka Tabir Sejarah Gelap di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

admin
Diterbitkan: 29 Februari 2024
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) merangkul pentingnya pembelajaran sejarah yang kaya dengan menggagas program kuliah umum yang menarik dan menginspirasi. Dengan menghadirkan dua narasumber yang sangat berpengalaman, Kuliah Umum Reboan bertajuk “Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang” memperoleh sambutan hangat dari mahasiswa dan masyarakat umum di Serang. Kegiatan Kuliah Umum diadakan di Ruang Serbaguna Gedung FISIP Untirta Sindangsari, Rabu, 28 Februari 2024.

Dekan Fisip UNTIRTA, Leo Agustino, dalam kata pembukaannya, menyoroti pentingnya memahami tiga kebenaran yang hadir dalam sejarah: kebenaran absolut, akademis, dan penguasa. Keberadaan ketiga kebenaran tersebut seringkali menjadi poin konflik, dan Fisip UNTIRTA berkomitmen untuk menelusuri dan menggali lebih dalam kajian pengetahuan dan interaksi sosial di tingkat lokal, nasional, dan internasional. Dengan hadirnya dua narasumber berpengalaman, Aiko Kurasawa, seorang sejarawan Jepang, dan JJ Rizal, sejarawan Indonesia, diharapkan kuliah umum Reboan akan memberikan wawasan baru tentang hubungan sejarah kedua negara.

Kuliah umum ini dipandu oleh Fuad Fauji, seorang mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi yang memiliki minat dalam humaniora. Fuad memperkenalkan Aiko Kurasawa, yang membawa pengetahuannya tentang propaganda, kolaborasi, dan perlawanan antara Jepang dan Indonesia selama periode pendudukan. Aiko Kurasawa menyoroti betapa pentingnya untuk memahami bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah “hadiah” dari Jepang, tetapi hasil dari perjuangan dan dinamika yang kompleks. Melalui catatan penelitiannya, Aiko membuka mata kita untuk melihat bahwa realitas sejarah tidak selalu sesuai dengan narasi yang dipresentasikan.

Sementara itu, salah satu pemateri pada kegiatan tersebut, JJ.Rizal menyoroti fase awal kedatangan Jepang di Indonesia dan harapan yang mengiringinya, yang sayangnya berubah menjadi kekecewaan dan penderitaan bagi rakyat. Menurutnya, perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dipenuhi dengan pujian, tetapi juga dengan krisis pangan dan eksploitasi manusia yang parah.

Dalam presentasinya, Aiko Kurasawa membawa kita melalui analisisnya tentang bagaimana Soekarno dan Hatta memanfaatkan kekuasaan Jepang untuk menggerakkan nasionalisme Indonesia. Dengan menyelidiki arsip-arsip rahasia Jepang, Aiko Kurasawa membuktikan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari perjuangan dan kerja keras bangsa Indonesia, bukan hadiah dari Jepang. Jepang sendiri tidak ada sedikitpun keinginan untuk melepas Indonesia sampai kapan pun.

Baca Juga

TonyBet NL app en mobiel gids: alles over de mobiele ervaring
Kodim 0623 Cilegon Ajak Pelajar Jadi Petani Modern, Dandim: Regenerasi Petani Harus Disiapkan
Lahan Menyusut, TNI Turun Tangan: Kolaborasi Kodim Cilegon dan Petani Genjot Produksi Jagung
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

Sementara itu, JJ.Rizal menyoroti pentingnya memahami bahwa sejarah tidaklah hitam-putih. Meskipun Jepang membawa harapan akan pembebasan dari penjajahan Belanda, realitanya jauh dari itu. Kerja paksa dan penderitaan rakyat menjadi kenyataan yang tidak dapat dihindari.

Dengan pertanyaan yang tajam dan beragam dari audien, termasuk dari Lena, seorang mahasiswa asal Bayah, diskusi semakin memperdalam pemahaman tentang peran Banten dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Sebagai sebuah provinsi dengan catatan sejarah yang kaya, Banten memainkan peran yang penting dalam panggung nasional Indonesia.

Kuliah umum ini bukan hanya sekedar acara akademis, tetapi juga merupakan langkah penting dalam memahami identitas dan arah masa depan Banten dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan terus menggali dan menghargai sejarahnya, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Menurut ketua prodi magister Ilmu Komunikasi Fisip, Ail Muldi menyampaikan; “selanjutnya akan ada seri lanjutan kuliah umum dengan tema yang jauh lebih menarik dan penting dari narasumber Nasional dan Internasional di setiap bulannya.”, ujarnya menambahkan di tempat terpisah.

Baca Juga

*Elit Nasional Kader MA Turun Gunung Memimpin Mathla’ul Anwar Demi Visi MA Naik Level*
How Migration Is Reshaping Borders and Policies
Global Trade Wars: Winners, Losers, and Long-Term Effects
Cybersecurity Becomes the New Frontline of Global Conflict

Kuliah Umum “Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang” di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menjadi sebuah wadah yang berharga untuk menyelami dan menghargai sejarah yang kompleks dan beragam, serta memperkuat semangat perjuangan dan kemerdekaan bagi Banten dan Indonesia. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Pemprov Banten Gelontorkan Satu Titik Palang Pintu Kereta Api di Cilegon, Begini Kata Dishub
Artikel Berikutnya Tokoh Muda Cilegon ajak Anggota Dewan Terpilih Wujudkan Hilirisasi di Cilegon
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting

JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn

54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target

Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Uncategorized

Selamat Memperingati Hari Santri Nasional

Uncategorized

KAMMI Minta Pemuda Kreatif Bangun SDM yang Inovatif di Banten

Uncategorized

KLB PWI, Zulmansyah Sekedang Terpilih Jadi Ketum Periode 2023-2028

Uncategorized

Inspektur Upacara HUT RI ke-79, Bupati Serang Ajak Masyarakat Bangkitkan Gotong Royong

Uncategorized

PWI Jaya Tegaskan Pemberhentian Hendry Ch Bangun

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com