Harita.id
Rabu, 23 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Demokrat: Kami Merasa Tidak Berkoalisi Lagi dengan 02 Saat Ini
Politik

Demokrat: Kami Merasa Tidak Berkoalisi Lagi dengan 02 Saat Ini

admin
Diterbitkan: 8 Juni 2019
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Partai Demokrat melalui Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyebut bahwa hubungannya dengan Koalisi Adil Makmur yang mengusung Capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terganggu. Demokrat pun merasa saat ini tidak lagi berkoalisi dengan 02.

“Hubungan antara Partai Demokrat dengan Koalisi 02 memang agak terganggu terutama pasca hari-hari terakhir, Bu Ani pun menjadi korban, dirundung oleh pendukung 02 dan terakhir juga apa yang terjadi di Cikeas, saat Prabowo bertemu dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), mengucapkan belasungkawa tapi akhirnya menjadi politik, mengotori suasana duka dan itu tentunya akan membuat suasana tak nyaman,” ujarnya seperti dilansir detik.com Sabtu, (8/6/2019).

“Bagi kami, kami merasa tidak berkoalisi lagi dengan 02 saat ini. Kami sudah merasa tidak berkoalisi dengan 02. Kami sudah merasa tidak bersama-sama lagi dengan 02,” sambungnya.

Ferdinand menyebut saran-saran yang diberikan PD untuk kemenangan Prabowo-Sandiaga selama ini tak digubris. Bahkan, Prabowo, menurut Ferdinand lebih mendengarkan pihak-pihak, yang menurutnya kalah dalam kehidupan.

“Pak Prabowo tidak mendengar masukan dari Partai Demokrat karena dia selalu mendengar masukan dari pihak-pihak yang memang kalah dalam kehidupan. Orang-orang yang mengelilingi dia ini orang-orang yang kalah, Amien Rais itu orang yang kalah. Jadi kita marah, kenapa masukan dari kita tidak pernah didengar, dilaksanakan. Yang selalu dilaksanakan adalah masukan dari orang-orang yang selalu mengelilingi dia. Publik kan melihat jelas siapa di situ, ada Amien Rais, ada ulama-ulama yang kami anggap mereka kan dalam hal politik mungkin tidak bisalah berpolitik seperti kami, politisi,” paparnya.

Ferdinand kemudian bercerita tentang ucapan selama dari SBY kepada Jokowi terkait hasil perhitungan suara Pilpres yang telah selesai dilakukan KPU yang kemudian digugat oleh kubu Prabowo-Sandiaga ke Mahkamah Konstitusi (MK). Demokrat pun menyebut komunikasi Demokrat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini baik. 

Hubungan PD dengan Jokowi itu disebut tak tiba-tiba terjadi. Namun, sudah terjalin dari beberapa kali pertemuan antara Jokowi, AHY dan SBY. Ditambah, kepedulian Pemerintah saat Ani Yudhoyono sakit, wafat hingga dimakamkan.

“Jadi ini bukan hubungan yang baru terjadi, tapi hubungan panjang. Tentu saja kalau Pak Jokowi juga punya kedekatan dengan Partai Demokrat, Pak SBY dan Mas AHY. Berikutnya silaturahmi yang kemudian terjalin pada saat hari-hari akhir, terutama saat hari penghormatan terakhir pada Bu Ani di pemakaman, Ibu Megawati (Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) yang tanpa kami duga akan datang pada saat itu, ternyata datang. Beliau memberikan penghormatan terakhir dan ucapan turut berduka cita secara langsung pada Pak SBY,” terang Ferdinand.

Ia menambahkan, Demokrat belum menentukan sikap apakah akan bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi atau tidak nantinya. Dia menyatakan belum ada tawaran agar Demokrat bergabung ke koalisi pendukung pemerintah saat ini.

“Kalau disebut indikasi (bergabung ke kubu Jokowi), yang jelas bahwa PD akan mempertimbangkan dengan sangat apabila diajak untuk bergabung oleh Pak Jokowi untuk bersama-sama membangun bangsa ini. Intinya gitu. Tapi Partai Demokrat saat ini belum menerima tawaran secara resmi dari Pak Jokowi. Memang komunikasi berjalan terus dengan baik dan normal, kami harap semuanya akan berakhir baik,” pungkasnya. (Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Golkar Berharap Dapat Jatah Mentri Lebih Dari Jokowi
Artikel Berikutnya Waduh, Hingga Hari Ini Angka Situng KPU Belum 100 Persen
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Politik

Lahir dari Petani, Relawan PAS Gencar Sosialisasikan Andra Soni untuk Pilgub Banten 2024

Politik

Ratusan Warga Jombang Purwakarta Deklrasikan Balon Walikota Cilegon, Rohmatulloh Minta Warga Masyarakat Satu Komando Menangkan Alawi Mahmud

Politik

Alawi Tegas Ajak Masyarakat Jangan Pilih Pemimpin Dinasti Korupsi, Begini Katanya

Politik

Bawaslu Ultimatum ASN dan Kades Tidak Terlibat Politik Praktis saat Masuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Tahun 2024

Politik

Launching Maskot-Jingle, KPU Targetkan 70 Persen Partisipasi Pilbup dan Wabup Serang 2024

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com