Harita.id
Selasa, 22 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Joko Pitoyo: Dengan menjadi peserta JKN-KIS, Tak Perlu Mikirin Biaya Berobat
Lebak

Joko Pitoyo: Dengan menjadi peserta JKN-KIS, Tak Perlu Mikirin Biaya Berobat

admin
Diterbitkan: 18 Agustus 2020
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

LEBAK – Sebagai kepala keluarga yang peduli kesehatan, Joko Pitoyo (42) warga Kabupaten Lebak mengaku sangat bersyukur menjadi pengguna kartu Jaminan Kesehatan Nasiona Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Joko mengaku sudah menjadi peserta BPJS kesehatan sejak pertama kali diluncurkan oleh pemerintah, menurutnya manfaat yang diperoleh sangat banyak termasuk mendapat keringanan biaya saat melakukan perawatan di Rumah Sakit.

“Saya menggunakan BPJS mandiri kelas II banyak manfaatnya, Keluarga saya ada empat semuanya pakai BPJS,” kata Joko saat ditemui di kediamanya Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Jum’at (14/8/2020).

Joko menceritakan, baru-baru ini ia menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan sempat di rawat inap selama lima hari di Rumah Sakit Kartini Lebak.

Selama Rawat Inap, Joko mengakui sangat terbantu karena dirinya hanya mengurus administrasi dan langsung bisa memperoleh pelayanan baik fasilitas ruangan maupun obat-obatan.

Baca Juga

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral 
SMSI Banten Dorong Obyek Wisata Pantai Sawarna Semakin Dikenal di Kancah Dunia
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siapkan Program Strategis untuk Kemajuan Organisasi
Warga Citorek Tengah Antusias Sambut Peluncuran Program Gubernur Banten Andra Soni

“Waktu perawatan kemarin itu kita cuma urus pendaftaran administrasi saja, selain itu kita tidak dipungut biaya sampai pulang lagi ke rumah,” tutur Joko.

Joko membayangkan, jika berobat tidak menggunakan JKN-KIS pasti kesulitan untuk mencari biaya, karena selama lima hari biaya perawatan bisa menghabiskan sekitar Rp5 sampai 10 Juta.

Joko mengungkapkan, sebelum menggunakan JKN-KIS, saat istrinya melahirkan anak pertama dirinya harus mengeluarkan biaya persalinan hingga Rp5 juta. Namun sekarang, setelah memiliki kartu JKN-KIS ia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga

Pemprov Banten Sambut Roadshow Bus KPK di Kabupaten Lebak
Kakanwil BPN Banten Meminta Agar Komunikasi Publik Lebih Ditingkatkan
Iwan Kurniawan Letakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Desa Sukadaya Kabupaten Lebak
Lebak 2024-2029: Membangun Bersama, Sejahtera Bersama

“Alhamdulilah pas ada BPJS mah kita ngga mikir ke situ (mikirin tabungan) makanya gimana caranya BPJS harus bayar untuk kebutuhan kesehatan kita,” ungkap Joko.

Prinsipnya, lanjut Joko, kesehatan merupakan nomor satu, dengan begitu perlu untuk menabung di BPJS Kesehatan melalui bayar premi sesuai ketentuan kelas BPJS Kesehatan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Saya sudah biasa dari orang tua saya pakai semua (Kartu JKN-KIS), bapak saya juga dari petama keluar BPJS Kesehatan sampai sekarang tetap bayar terus (preminya) meski tidak pernah dipakai, tapi kan ini untuk keperluan kesehatan kita,” tuturnya.

“Namanya kita menjaga hari tua, kita kan ngga tau nasib kita bagus atau jeleknya, makanya kalau saya selalu berpesan kepada saudara-saudara saya kalau memang mau pakai BPJS Kesehatan atuh bayar lah (preminya) istilahnya kalau bayar (tanpa BPJS) ke rumah sakit itu pasti ngga sedikit, lebih baik bayar premi BPJS,” tambahnya.

Meski begitu, Joko menginginkan seluruh rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan agar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tidak terkecuali rumah sakit di Lebak.

Saat ditanya bagaimana jika ada kebijakan pemerintah untuk menghapus BPJS Kesehatan, Joko mengakui sangat keberatan karena Program BPJS sangat dibutuhkan bagi masyarakat.

Baca Juga

Pj Bupati Lebak dan Forkopimda Cek Ketersediaan Pangan di Pasar dan Gudang Bulog
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Resmikan 21 Sarpras Pendidikan di Kabupaten Lebak
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Salurkan Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Kabupaten Lebak
Al Muktabar Minta Fasilitas Kesehatan RSUD Malingping Ditingkatkan

“Jangan dihapus lah, kalau memang mau hapus ya tolonglah ganti dengan program baru yang bisa melindungi masyarakat di bawah. Jangan istilah-nya BPJS dihapus tapi ngga ada penggantinya gitu, kalau ngga ada solusinya kita ini bingung mau bayar pakai apa?, kan baya sendiri sendiri berat,” ujarnya.

Kedepanya Joko berharap, agar pelayanan BPJS Kesehatan dapat berkembang lebih baik lagi dan dapat menjangkau seluruh masyarakat di pelosok-pelosok. (DM/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya 4 Manfaat Tak Terduga Tidur Nyenyak
Artikel Berikutnya Bakti Sosial TNI-Polri Peringati HUT RI Ke-75 Oleh Almamater Komando 73
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Lebak

Pj Bupati Lebak Curhat Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kecamatan Rangkasbitung dan Bayah ke Kementrian ATR

Lebak

Jadi Keterbatasan Anggaran di Pemkab Lebak, Iwan Kurniawan Singgung BNPB Agar Dukung Percepat Pembangunan Lahan Relokasi

Lebak

Sekda Lebak Budi Santoso Sampaikan Amanat Mentri Agama RI, Diantaranya Berikan Pelayanan Umat Beragama dan Netralitas ASN Hadapi Pemilu 2024

Lebak

Hadiri Perayaan Natal Bersama, Pj. Bupati Lebak Ajak Jaga Kerukunan Umat Beragama

Lebak

BEM Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Deklarasikan Pemilu Damai 2024 Tanpa Hoax

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com