Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Tenunan Baduy Manual Banyak Di Minati Wisatawan
Lebak

Tenunan Baduy Manual Banyak Di Minati Wisatawan

admin
Diterbitkan: 28 Desember 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

LEBAK – Tenunan suku baduy yang dikerjakan secara manual banyak diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Aktivitas perempuan suku baduy dalam kesehariannya menekuni usaha tenun untuk menopang mata pencaharian kehidupan sehari hari dan laki lakinya bercocok tanam di hutan.

Janah (35) warga Kampung Ketug Desa Kanekes Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak ketika dikonfirmasi menuturkan, dengan logat bahasa baduynya, sasapoe pagawean kami ieu nenun (tiap hari kerjaan saya ini nenun) jeng salaki kami ka kebon tani (suami saya ini kekebun bercocok tanam).

“Pengasilana sapoe lumbayan gede, jeng dahar keluarga kami, bisa nyampe Rp 500 ribu tiap poe (penghasilan tiap hari lumbayan besar buat makan keluarga saya,bisa mencapai Rp 500 ribu dalam sehari) bisa terjual 5 sampai 10 kain bisa terjual menerangkan dengan bahasa has baduy,” ujar Janah di sela sela aktivitas pembuatan tenun pada bantentop, Senin (28/12/2020).

Janah mengaku, usaha tenun ini diantaranya, baju kampret, selendang, kain sarung, kain swat, kain kadu mancung, kain sarung laki laki dan perempuan, asesoris dan macam prodak lainnya. Kegiatan ini sudah teurun temurun dari jaman nenek moyang,s ehari bisa terjual lima sampai sepuluh bahan. Jika hari besar (libur) penjualan lebih meningkat dari hari biasanya.

“Dalam pengerjaan bahan tenun dari benang yang di beli dari jakarta,dengan alat manual seadanya,dalam proses pengerjaannya paling cepet 10 hari dan paling lambat 15 sampai 20 hari tergantung bahan yang mau di buatnya,” ujarnya.

Baca Juga

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral 
SMSI Banten Dorong Obyek Wisata Pantai Sawarna Semakin Dikenal di Kancah Dunia
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siapkan Program Strategis untuk Kemajuan Organisasi
Warga Citorek Tengah Antusias Sambut Peluncuran Program Gubernur Banten Andra Soni

Sementara, Serli warga baduy lainnya yang sama sama menekuni usaha tenun mengungkapkan, kegiatan ini menjadi kegiatan rutin masyarakat perempuan baduy yang kesehariannya dijadikan usaha untuk meningkatkan perekonomian semua warga baduy disamping bercocok tanam. Usaha tenun ini murni modal pribadi tanpa ada bantuan dari pemerintah ataupun desa.

“Ini murni usaha dengan modal sendiri tanpa bantuan pemerintah ataupun perangkat desa, ya untuk bisa menambah kebutuhan sehari-hari dengan bercocok tanam,” terangnya. (Dm)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Di Duga Tidak Kantongi Ijin, Bangunan Gudang di Cisalam Disoal Warga
Artikel Berikutnya Amal Irfanudin Pimpin PKS Cilegon, Kebijakan Walikota Terpilih Tetap Dikritisi
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Lebak

Pj Bupati Lebak Curhat Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kecamatan Rangkasbitung dan Bayah ke Kementrian ATR

Lebak

Jadi Keterbatasan Anggaran di Pemkab Lebak, Iwan Kurniawan Singgung BNPB Agar Dukung Percepat Pembangunan Lahan Relokasi

Lebak

Sekda Lebak Budi Santoso Sampaikan Amanat Mentri Agama RI, Diantaranya Berikan Pelayanan Umat Beragama dan Netralitas ASN Hadapi Pemilu 2024

Lebak

Hadiri Perayaan Natal Bersama, Pj. Bupati Lebak Ajak Jaga Kerukunan Umat Beragama

Lebak

BEM Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Deklarasikan Pemilu Damai 2024 Tanpa Hoax

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com