Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Tinggal Dirumah Reot, Nenek Asal Kota Serang Ini Butuh Bantuan
Sosial Budaya

Tinggal Dirumah Reot, Nenek Asal Kota Serang Ini Butuh Bantuan

admin
Diterbitkan: 17 Juni 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Nenek Tasem (86) warga asal lingkungan Gang Eceng, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini tinggal dirumah panggung berbahan kayu yang yang sudah rapuh membutuhkan belas kasih dari pemerintah setempat maupun para dermawan.

Nenek Tasem yang tinggal bersama cucu nya yaitu Rohim (21) harus tinggal dirumah gubug yang tidak layak. Ditambah lagi, kebutuhan obat-obatan yang harus dimiliki, karena Nenek Tasem mengalami penyakit komplikasi semakin membuat hidupnya kesulitan.

“Sejauh ini tidak ada bantuan apapun, selain bantuan sosial covid-19. Padahal sudah mengajukan ke kelurahan, tapi hasilnya tidak ada respons,” ujar Ketua RT 01, M Satibi di lokasi, Rabu (17/6/2020).

Kondisi Nenek Tasem mulai memprihatinkan sejak tiga tahun terakhir, setelah ditinggal oleh suaminya. Bahkan, rumah tempat tinggalnya itu pun mulai bobrok tak terurus.

“Sebetulnya kalau sakit sih sudah lama yah, hanya dulu kan ada suaminya yang mengurus beliau. Sepeninggal almarhum kondisinya mulai memburuk, penyakit mulai bermunculan seperti saat ini struk ringan dan penyakit komplikasi lainnya,” katanya.

Baca Juga

Satu Tahun Zakiyah-Najib, 717.147 Warga Kurang Mampu Difasilitasi Jaminan Kesehatan, 559.770 Warga Terlayani CKG
1.500 Masyarakat Ikuti Tradisi Seba Alit, Al Muktabar Minta Anak Anak di Baduy Tak Terkena Stunting
1.500 Masyarakat Baduy Datangi ke Pemprov Banten, Ini Pesan Al Muktabar di Seba Baduy 2024
Kerajinan Khas Provinsi Banten, Tine Al Muktabar Promosikan Batik Tenun Baduy di Surakarta Jawa Tengah

Demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Nenek Tasem hanya mengandalkan pemberian dari anak-anaknya yang bekerja sebagai nelayan.

“Tidak ada pengahsilan, hanya dibantu anak-anaknya saja dan juga cucunya yang kerja serabutan. Meski mempunyai anak 7 orang, tetapi kondisinya sama hanya cukup untuk makan keluarganya masing-masing,” katanya.

Sementara Rohim yang juga cucu nya Nenek Tasem setiap hari menemani kesehariannya itu mengaku sebagai balas budi dan tanggung jawabnya sebagai seorang cucu terhadap nenek.

Baca Juga

Perwakilan Provinsi Banten Ikuti HUT Ke-44 Dekranas dan HKG ke-52 PKK di Solo, Begini Pesan Al Muktabar
Azizan-Yulli, Kang Nong Kabupaten Serang 2024
Kembali Latih Warga Membatik, Bupati Serang Komitmen Jaga Budaya
DWP Provinsi Banten Bakal Gelar Lomba Line Dance Pada Hari Kartini

“Bagaimana ya mas, kalau untuk bantu lebih, penghasilan saya juga kurang, yang hanya sebagai pekerja serabutan. Setidaknya saya bisa mengabdi mengurusi nenek yang sudah sakit komplikasi dan sudah lumpuh. Kalau secara pribadi sangat berharap sekali pemerintah bisa membantu kami, dan juga turut membantu biaya kesehatan nenek,” ucapnya sembari mata berkaca-kaca.

Hingga saat ini, mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak yang dermawan maupun pemerintah untuk membantu kehidupannya tersebut. (DM/red)

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Cek Kesiapan Aktifasi IGD, Komisi V DPRD Banten Kunjungi RSUD Cilegon
Artikel Berikutnya Puskesmas Pasar Kemis Rapid Test 41 Pegawai Kecamatan
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Sosial Budaya

Pemprov Banten Gelar Parade Budaya di Bandara Soekarno Hatta

Sosial Budaya

STQH 2023 Jambi, Pj Sekda Virgojanti: Kafilah Provinsi Banten Siap Berikan Yang Terbaik

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Baduy

Sosial Budaya

Hadiri Deklarasi TTKKBI, Al Muktabar: Pesilat Pelestari Seni Budaya dan Menciptakan Kamtibmas

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Tampilkan Tenun Baduy dan Rajutan Pada Pameran Asta Karya Nusa

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com