Harita.id
Jumat, 11 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pulihkan Ekonomi Petani di Tengah Pandemi Dengan Budidaya Jagung Pulut
Kota Cilegon

Pulihkan Ekonomi Petani di Tengah Pandemi Dengan Budidaya Jagung Pulut

admin
Diterbitkan: 10 Februari 2021
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

CILEGON – Sejumlah petani di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon mencoba peruntungan dengan melakukan budidaya jagung pulut guna membangun upaya pemulihan ekonomi secara mandiri.

Meski biasanya menanam jenis kacang-kacangan, sayuran dan umbi-umbian, petani setempat memilih budi daya jagung pulut karena nilai jualnya lebih tinggi dibanding dengan jenis tanaman yang biasa ditanamnya.

“Awalnya saya ragu dengan menanam jagung ungu atau jagung pulut ini, disitu kita coba cari info dari teman, karena kita tujuannya untuk kesejahteraan kita selaku petani. Kemudian kita uji coba dan alhamdulillah hasilnya menguntungkan, kita biasa menanam kacang panjang, timun dan lain sebagainya ternyata setelah kita uji coba jagung pulut ini saya tertarik dan saya terus kembangkan,” kata Ali Musa seorang petani jagung pulut saat ditemui dilokasi pada Selasa (09/02/2021)

Ali Musa mengaku, pengembangkan budidaya jagung pulut dipilih pihaknya lantaran selain masih jarang dijadikan komoditas pertanian oleh warga sekitar, harganya juga lebih mahal dari jenis jagung biasanya.

“Saya disini menanami tanaman jagung pulut diatas lahan 5000 meter persegi dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memasuki masa tanam jagung pulut atau panen karena hanya membutuhkan waktu 60 hari. Diatas lahan itu pernah sekali panen dan hasilnya sangat menjanjikan bisa mencapai satu ton jagung dan saya jual 10 ribu rupiah perkilogramnya ,” ujarnya.

Baca Juga

Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Robinsar Bersama PWI-SMSI Turun dalam Pencarian
Pemkot Cilegon Benahi Data UHC, Ribuan Penerima Tak Lagi Layak Masih Tercatat
Revisi RTRW Cilegon Dimulai, Robinsar: Jangan Sampai Industri Korbankan Lingkungan
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Robinsar Turun Langsung Bagikan Masker ke Warga Cilegon

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon Suharyadi mengaku, pemberdayaan masyarakat petani yang dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi petani dari dana insentif daerah dengan menanam jagung pulut memanfaatkan lahan yang tidak produktif yang ada di wilayah Kecamatan yang ada di Kota Cilegon.

“Ini salah satu pengembangan pemulihan ekonomi petani yang tujuannya dengan adanya pandemi Covid ini petani harus kembali pulih ekonominya dengan program budidaya jagung jantan FL, dan kebetulan juga para petani memanfaatkan lahan yang tidak terpakai karena sebelumnya lahan ini dipenuhi alang-alang sehingga para petani berupaya untuk membudidayakan jagung pulut. Selain itu juga budidaya pengembangan pertanian jagung pulut yang dikembangkan ini untuk mendorong ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat di masa Pandemi covid-19,” tukasnya. (Dm)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Tekan Penyebaran Covid-19, Revitalisasi Kampung Tangguh, Desa Curugbadak Bakal Ditinjau Polda Banten
Artikel Berikutnya Memasuki Panen Raya, Politisi PPP Lebak Minta Pemerintah Tampung Gabah Petani
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Bupati Serang Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Dirut Bank Aceh Raih SMSI Aceh Award: Penggerak Ekonomi Daerah melalui UMKM dan Industri Kreatif

Dilantik, Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT

Terima Duta Bahasa Banten, Gubernur Andra Soni Dukung Program Pencegahan Kekerasan Verbal di Sekolah

Wujud Nyata Program Presiden Atasi Darurat Sampah, 1.161 Ton Sampah di Banten Bakal Dijadikan Energi Listrik

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Aktivasi IKD Cilegon Baru 7 Persen, Robinsar Kejar Target 30 Persen September

Kota Cilegon

Pegawai Pemkot Cilegon Curhat soal Hari Bebas Kendaraan: Dinilai Ganggu Mobilitas dan Bikin Boros

Kota Cilegon

Wali Kota Cilegon Hadiri Peresmian Pabrik Dongsuh Chemical, Dorong Industri Libatkan Warga Lokal

Kota Cilegon

Pemkot Cilegon Finalisasi Juknis DPWKel 2027, Banjir hingga RTLH Jadi Prioritas

Kota Cilegon

Cilegon Bersholawat Hadirkan Habib Syech, Ribuan Jamaah Diprediksi Padati Alun-Alun

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com