HARITA.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten menggelar pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan peternakan bebek bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional pelabuhan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo juga menyalurkan bantuan 10 unit booth container untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan bertajuk Workshop Kewirausahaan dan Manajemen Pemeliharaan Bebek tersebut berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Kantor Pelindo Regional 2 Banten, Ciwandan, Kota Cilegon. Program ini menyasar masyarakat Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi Pelindo Regional 2 Banten dengan Badan Koordinasi Peduli Lingkungan (BKPL) Ciwandan dan Rumah Berdaya Cilegon (RBC)
Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha, memperkuat kemampuan kewirausahaan, serta membuka peluang ekonomi produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Achmad Yoga Suryadarma, mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi warga di sekitar wilayah operasional pelabuhan.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi usaha yang produktif dan berkelanjutan. Pengembangan peternakan bebek dan UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu peluang ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar pelabuhan,” ujarnya.
Menurut Achmad, keterlibatan pemerintah kecamatan, BKPL Ciwandan, dan Rumah Berdaya Cilegon menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar pemberdayaan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.
Camat Ciwandan, Agus Ariadi, mengapresiasi program yang dijalankan Pelindo Regional 2 Banten. Dia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat, baik di bidang lingkungan maupun peningkatan ekonomi.
“Pelindo selama ini telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat sekitar. Melalui kolaborasi bersama BKPL, kami berharap program-program pemberdayaan dapat semakin optimal, tidak hanya dalam aspek lingkungan, tetapi juga dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” kata Agus.
Ketua BKPL Ciwandan, H. Alawi Mahmud, juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pelindo yang melibatkan organisasinya sebagai mitra pelaksana program TJSL.
Menurut Alawi, kolaborasi yang terjalin pada 2026 tersebut menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong program pemberdayaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo yang telah menerima BKPL sebagai mitra dalam mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh program pemberdayaan yang dapat diterapkan di wilayah lainnya,” tuturnya.
Selain pelatihan, Pelindo Regional 2 Banten menyalurkan 10 unit booth container kepada pelaku UMKM penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat menyediakan tempat berjualan yang lebih layak dan representatif, sekaligus mendukung penampilan produk serta memperluas peluang pemasaran.
Salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, pelatihan dan fasilitas usaha tersebut menjadi dukungan untuk mengembangkan bisnis yang dijalankan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Terima kasih kepada Pelindo Regional 2 Banten atas pelatihan kewirausahaan dan bantuan booth container ini. Bantuan tersebut sangat berarti bagi kami untuk mengembangkan usaha agar semakin maju,” ungkapnya.
Melalui program TJSL tersebut, Pelindo Regional 2 Banten berharap masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara mandiri, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan daya saing UMKM.
Pelindo menyatakan akan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional pelabuhan.
(Red*)











