Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » PPKM Darurat, GMNI Minta Pemerintah Tak Hanya Galak Dengan Rakyat Kecil
Featured

PPKM Darurat, GMNI Minta Pemerintah Tak Hanya Galak Dengan Rakyat Kecil

admin
Diterbitkan: 9 Juli 2021
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

JAKARTA – Tersebar viral di media sosial petugas Satpol PP Kota Semarang menegakkan PPKM Darurat dengan menyemprotkan air dari truk pemadam kebakaran terhadap warung-warung dan pedagang kaki lima. Serta, banyaknya terjadi keributan antara pedagang kecil dengan aparat penegak hukum yang sedang menggelar penertiban di sejumlah tempat.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino meminta Pemerintah untuk mengutamakan pendekatan promotif dan preventif terlebih dahulu, dalam menegakan kebijakan PPKM Darurat sebelum menindak dengan cara represif terhadap masyarakat kecil yang dianggap melanggar aturan.

Selama PPKM Darurat berlangsung, GMNI menilai langkah komunikasi kebijakan Pemerintah yang bersifat promotif dan preventif bahkan persuasif dalam mengimplementasikan PPKM Darurat dianggap sangat kurang, bahkan tidak menyentuh alam pikir dibenak masyarakat. Diseminasi kebijakan di level paling mikro yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti pemerintah Desa, RT dan RW kurang dilakukan. Maka, bagi GMNI sepatutnya tidak serta merta ditertibkan dengan cara yang represif.

“Saya kira masyarakat abai karena masyarakat awam sangat kesulitan dalam memahami masalah Covid-19 dan kebijakan penanganannya yang seringkali disajikan dengan bahasa medis dan bahasa kebijakan dengan format, gaya bahasa, dan kosakata yang tinggi. Ditambah masyarakat terhimpit masalah ekonomi. Tentu tidak tepat jika langsung di represi,” kata Arjuna, Kamis (08/07/2021).

Baca Juga

Komitmen Berantas Mafia Bola, Polri Tetapkan 6 Tersangka Match Fixing Liga 2
Mampir Yuk, di Dapoer Pelipur Lapar Taman Baru Citangkil Kota Cilegon
Meja Kayu Warga Binaan Diapresiasi, Kalapas Cilegon: Tidak Menutup Kemungkinan Dipasarkan Secara Luas
Batik Khas Kabupaten Serang Diluncurkan

Menurutnya, para pemangku kebijakan yang notabene orang dengan tingkat wawasan lebih tinggi gagal mempertimbangkan suatu masalah dari perspektif orang yang lebih awam. Akibatnya, komunikasi kebijakan semakin tidak terjembatani. Untuk itu, perlu ada upaya desiminasi kebijakan yang lebih membumi dan dapat dicerna oleh masyarakat awam.

“Pemerintah juga harus refleksi diri, apakah desiminasi kebijakannya sudah menyentuh kesadaran publik? Memang semua orang dianggap tahu hukum (presumptio iures de iure) tapi dilapangan lebih kompleks. Banyak instrumen desiminasi dari pemerintah yang tidak berjalan. Bahkan yang terdengar hanya ancaman (sanksi) tidak menyadarkan untuk bergotong-royong,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GMNI, M Ageng Dendy Setiawan juga mengkritik banyak kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang saling bertentangan dan tindakan pejabat publik yang melanggar pembatasan sosial. Sehingga merongrong kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah itu sendiri.

Baca Juga

Personel Brimob Banten Ikuti Tactical Floor Game Antisipasi Reuni 212 Di Jakarta
Karang Taruna Banten Gelar Pelatihan Sablon Kaos
Lomba Tik Tok Bangun Bangsa HUT MOI KE-3 Berhadiah Puluhan Juta
Tinjau Serbuan Vaksin di Kalbar, Kapolri Tekankan Penguatan Prokes dan Percepatan Vaksinasi

Dendy menyampaikan, masih banyaknya TKA asal China yang masuk ke wilayah NKRI yang berpotensi membawa virus Covid-19, dan adanya beberapa pejabat yang menyelenggarakan acara atau pesta yang mengundang kerumunan yang berpotensi menjadi kluster baru.

“Jika pemerintah ingin rakyat tertib, pemerintah juga harus menertibkan pejabat yang mengijinkan TKA China masuk, yang punya potensi bawa virus varian baru dan tertibkan pejabat yang masih menyelenggarakan acara atau pesta yang mengundang kerumunan massa. Jangan hanya galak dengan rakyat kecil,” tegas Dendy.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Untuk itu, Dendy meminta pemerintah untuk bijaksana dalam memperlakukan rakyat kecil terkait penerapan PPKM Darurat. Dan pemerintah harus bersikap adil kepada semua, siapapun yang melanggar, tidak tebang pilih. Sehingga tidak menciptakan perasaan ketidakadilan di hati masyarakat.

“Jangan sampai sikap represif penertiban PPKM Darurat menciptakan perasaan ketidakadilan masyarakat. Sehingga masyarakat bukan malah sadar aturan, tapi justru berupaya mengangkangi aturan dengan berbagai cara. Krisis kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya PPKM Darurat Ditegakan, Puluhan Pelaku Usaha Diberikan Sanksi, 2 Lokasi di Segel
Artikel Berikutnya PPKM Darurat, Tim Warung Jumat Polda Banten Kunjungi Warga Yang Membutuhkan
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Featured

Rapat Bersama Forkompimda Babel, Kapolri Ingin Pos Penyekatan Kabupaten dan Kota Dioptimalkan

Featured

Percepat Vaksinasi, Kapolri Tegaskan Siap Bekerja Sama Dengan Semua Pihak

Featured

Kapolri Luncurkan Gerakan Vaksinasi Merdeka Untuk Capai Target di Hari Kemerdekaan

Featured

Kejagung Sandra Kasus Korupsi Senilai 43 Trilyun BPJS Ketenagakerjaan, Ada Apa?

Featured

Kolaborasi Vaksinasi Bareng HMI dan SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk di Agustus-September

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com