HARITA.ID – Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kranggot berharap mendapatkan gelontoran bantuan untuk merenovasi wajah baru Pasar Kranggot yang semrawut.
Kepala UPTd Pasar Kranggot Dani Rahmat mengungkapkan, pihaknya meminta kepada Pemkot Cilegon atau Dinas terkait wabil khusus pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon untuk memikirkan Pasar Kranggot. Pasalnya, setelah dilakukan penataan pasar kranggot hampir setiap tahunya berulang berulang kembali.
“Saya berharap pada tahun 2023 ada anggaran untuk wajah baru pasar kranggot. Karena setiap harinya selalu begini aja pasar kranggot. Apalagi setiap tahunya diberlakukan penataan namun efeknya tidak ada,” ungkap Dani saat di temui di ruanganya, Rabu 30 November 2022.
Lebih lanjut Dani menjelaskan, jika memang anggaran buat pasar kranggot itu ada tentu dia bisa melakukan pembenaran. Seperti, ingin betonisasi namun anggaranya tidak ada, sama saja bohong.
“Iya tanpa itu saya tidak bisa juga. Misal saya mau betonisasi tapi tidak ada ya percuma aja,” jelas Dani
“Karna kan setiap apa yang di lakukan pembanguan ada proses penganggaran. Apalagi dalam proses pembangunan itu di butuhkan anggaran,” imbuhnya.
Dijelaskan Dani bahwa setiap harinya para pedagang itu selalu membayar buat sakelar. Apa salahnya dari hasil bayaran pedagang itu di alokasikan buat pedagang. Artinya untuk dibangun sebuah sarananya untuk menunjang proses pedagang pasar kranggot.
“Bahwa pedagang saya tiap hari membayar pajak. Gak salahkan kalau tiap hari diminta buat bayar salar bahkan tiap bulan bayar kios terkumpul sekian milyar dalam satu tahun. Bahkan kalau memang uang itu udah terkumpl apa mslahnya kalau misalnya uang itu di bangun buat prasarana pedagang pasar keranggot,” pungkasnya. (Zar/Red)










