HARITA.ID – Untuk meninglatkan perekonomian warga di Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Lurah Randakari Khaerul Amri bekerjasama dengan Koperasi Randakari Rukun Sejahtera (KRRS) mendirikan pasar tradisional Lingkungan Glereng.
“Ada lahan gak luas, namun cukup untuk 15 sampai 20 kios, kita buat inovasi terbaru dengan mendirikan pasar tradisional dan bekerjasama dengan KRRS, sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian warga,” kata Khaerul Amri, Rabu 26 Juli 2023.
Pasar tradisional tersebut, rencananya buka setiap hari rabu dan minggu. “Seminggu dua kali kita buka, pada Rabu dan Minggu, kalau untuk isinya, atau dagangannya seperti pasar pada umumnya,” kata Lurah Randakari.
Pasar yang didirikan Khaerul Amri ini, sudah menjadi agenda seting dirinya ketika pertama kali duduk dan menjabat sebagai lurah.
“Sudah kita seting dari awal, ketika saya mendirikan koperasi RT dan RW, hal tersebut berkesinambungan dengan keveradaan koperasi,” ungkapnya.
Seperti sebelumnya telah memgadakan pasar hewan Qurban, hasil dari jual beli hewan kurban atau Sisa Hasil Usaha (SHU) dibuat peternakan ayam kampung yang diternak di 28 RT, hasil dari ternak ayam kampung, dijual di pasar tradisional.
“Kemaren pas jualan hewan Qurban, ada SHU, nah kita belika ke ayam kampung, per RT 5 bibit, hasilnya nanti dobeli koperasi, dan koperasi menjualnya di pasar tradisional,” terangnya.
Apa yang dilakukan oleh Lurah, hal tersebut adalah upaya mengaplikasikan apa yamg sering disampaikan Walikota, yakni berinovasi walaupun tanpa APBD.
“Alhamdulillah berjalan, walaupun tanpa APBD, persoalannya bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak,” tegasnya.
Sebelum mendirikan pasar tradisional selaku lurah, dirimya berkoordinasi dengan Walikota dan pak Helldy Agustianpun menyambut rencana tersebut dengan baik.
“Alhamdulillah disambut paj wali dengan baik, karena ini untuk kebaikan warga semata,” tuturnya. (Zar/Red)










