Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » JRDP Analisis Hasil Pemilu 2019
Politik

JRDP Analisis Hasil Pemilu 2019

admin
Diterbitkan: 10 Juli 2019
Bagikan
3 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Badan Pekerja Jaringan Rakyat untuk Demokrasi Pemilu (JRDP) melakukan kajian hasil Pemilu 2019. Analisis dilakukan terhadap hasil rekapitulasi penghitungan suara yang tertuang dalam Model DC.1 yang telah disahkan KPU Provinsi Banten.

Kordum JRDP Nana Subana menerangkan, analisis hasil pemilu akan dikerucutkan pada tiga hal. Yakni tingkat partisipasi pemilih, sebaran suara tidak sah, dan perolehan suara peserta pemilu untuk setiap jenis pemilihan.

“Partisipasi kami potret bukan saja dari sisi kuantitas, melainkan dikaji faktor apa saja yang menyebabkan tinggi rendahnya sebuah partisipasi di suatau daerah. Karena kami memahami bahwa partisipasi yang didorong akibat mobilisasi tentu tidak baik. Apalagi partisipasi itu distimulus oleh politik uang,” kata Nana. Di sela kajian di markas JRDP Rabu, (10/07/19).

Mengenai sebaran suara tidak sah, kata Nana, JRDP hendak mencari korelasi antara perilaku pemilih dengan sistem pemilu yang diterapkan. Asumsinya, semakin banyak peserta pemilu pada satu jenis pemilihan, maka suara tidak sah nya semakin besar. Faktanya, pemilihan DPD RI suara tidak sahnya jauh lebih tinggi ketimbang jenis pemilihan lainnya. Ini juga berkaitan dengan ukuran surat suara di bilik TPS.

“Pada jenis pemilihan presiden, suara tidak sah sangat rendah. Sementara untuk DPD dan DPR tinggi. Apakah ini berhubungan dengan sistem pemilu terbuka proporsional dimana pada surat suara nama caleg dituliskan berdasarkan nomor urut. Jumlah parpol yang menjadi kontestan pemilu juga mempengaruhi perilaku pemilih. Semakin banyak parpol dan caleg, pemilih cenderung kesulitan dalam menentukan pilihan. Padahal kita pahami bersama, seleksi menjadi caleg pada sebuah parpol juga parameternya sama sekali tidak jelas,” kata Nana.

Baca Juga

H. Edison Sitorus Borong 2 Sapi Jumbo di BQB, Bukti Dukungan Nyata untuk UMKM Peternak Cilegon
KOMISI-PEMILIHAN-UMUM-KOTA-TANGERANG
HIPKA Bersama KPU Kota Cilegon Sosialisasikan Pendidikan Pemilih
KPU Kota Cilegon Tetapkan DPT Sebanyak 330.413 Untuk Pilkada 2024

Tentang perolehan suara, JRDP hendak memotret raihan suara dalam setiap jenis pemilihan. Hasilnya nanti akan dihubungkan dengan afiliasi politik masyarakat terhadap peserta pemilu.
Aktivis JRDP Iing Ikhwanudin menambahkan, analisis terhadap Model DC.1 disandingkan dengan pengalaman empiris JRDP melakukan pemantauan di 4 provinsi sepanjang tahapan pemilu lalu.

“Ini akan menjadi bekal kami dalam melakukan pemantauan terhadap 4 daerah di Banten yang akan melakukan pilkada tahun 2020 mendatang. Hasil analisis ini akan kami tuangkan dalam sebuah makalah dan kelak kami sampaikan kepada pemangku kepentingan, utamnya KPU, Bawaslu, dan DKPP, serta peserta pemilu,” pungkasnya. (As/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya KPU Kota Serang Verifikasi 20.595 DPK
Artikel Berikutnya Generasi Milenial Harus Melek Politik
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Politik

Lahir dari Petani, Relawan PAS Gencar Sosialisasikan Andra Soni untuk Pilgub Banten 2024

Politik

Ratusan Warga Jombang Purwakarta Deklrasikan Balon Walikota Cilegon, Rohmatulloh Minta Warga Masyarakat Satu Komando Menangkan Alawi Mahmud

Politik

Alawi Tegas Ajak Masyarakat Jangan Pilih Pemimpin Dinasti Korupsi, Begini Katanya

Politik

Bawaslu Ultimatum ASN dan Kades Tidak Terlibat Politik Praktis saat Masuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Tahun 2024

Politik

Launching Maskot-Jingle, KPU Targetkan 70 Persen Partisipasi Pilbup dan Wabup Serang 2024

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com