Harita.id
Selasa, 22 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Pencak Silat Semakin Dilestarikan di Kabupaten Serang
Sosial Budaya

Pencak Silat Semakin Dilestarikan di Kabupaten Serang

admin
Diterbitkan: 20 Desember 2019
Bagikan
3 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG – Seni budaya pencak silat terus dilestarikan tidak hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Serang. Hal tersebut salah satunya terbukti melalui Festival Pencak Silat Tradisional antar Paguron se-Kabupaten Serang yang digelar di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Jumat (20/12/2019).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menilai, festival ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat mencintai seni budaya pencak silat. Sebab pencak silat adalah salah satu cara membentuk karakter positif anak-anak Kabupaten Serang. “Dari pembentukan karakter tersebut anak pastinya akan disiplin kemudian taat beragama. Saya yakin, para pimpinan perguruan pencak silat sebelum latihan menanyakan anak-anak untuk rajin salat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, di Kabupaten Serang telah tercipta Jurus Silat Kaserangan yang diciptakan 13 sesepuh pendekar dari 12 aliran silat, serta atas gagasan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Saat ini, Jurus Silat Kaserangan diajarkan dalam muatan lokal (mulok) di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Setiap tahun rutin dilombakan dalam Festival Jurus Silat Kaserangan.

Menurut Tatu, pencak silat sudah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) pada Sidang ke-14 di Bogota, Kolombia, 12 Desember lalu. “Sudah diakui dunia, Kabupaten Serang harus terus melahirkan atlet pencak silat yang bisa berlaga di tingkat nasional dan internasional,” harap Tatu.

Ia berencana, masing-masing paguron menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Serang. Pemkab Serang akan memberikan bantuan kepada paguron yang siap mengembangkan seni budaya pencak silat. “Jika anggaran pemda sudah memenuhi, tempat paguran agar bisa dibangun. Sehingga, bisa jadi titik destinasi wisata di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Baca Juga

Satu Tahun Zakiyah-Najib, 717.147 Warga Kurang Mampu Difasilitasi Jaminan Kesehatan, 559.770 Warga Terlayani CKG
1.500 Masyarakat Ikuti Tradisi Seba Alit, Al Muktabar Minta Anak Anak di Baduy Tak Terkena Stunting
1.500 Masyarakat Baduy Datangi ke Pemprov Banten, Ini Pesan Al Muktabar di Seba Baduy 2024
Kerajinan Khas Provinsi Banten, Tine Al Muktabar Promosikan Batik Tenun Baduy di Surakarta Jawa Tengah

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dindikbud Kabupaten Serang, Beni Kusnandar memastikan jika Festival Pencak Silat Tradisional antar Paguron wilayah Serang Timur dan Serang Utara akan menjadi event tahunan. “Kegiatan ini digelar oleh para pimpinan paguron, dan kita mendukung penuh. Kita bisa koordinasi dengan perusahaan yang ada di Serang bagian timur dan utara yang konsen pada kesenian untuk kegiatan ini selanjutnya,” ujarnya.

Mamak, Ketua Pelaksana Festival Pencak Silat Tradisional menambahkan, kegiatan ini salah satu ajang silaturahmi antar paguron-paguron di Kabupaten Serang. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak dan remaja terhadap pencak silat. “Peserta ada 35 orang dari 33 paguron pencak silat Kabupaten Serang,” ujarnya. (DM/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Penanganan Masalah Hukum, DPRD Banten Gandeng Kejati dan Polda Banten
Artikel Berikutnya Pemda dan TNI-Polri Sukses Ciptakan Ratusan Kampung Bersih
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Sosial Budaya

Pemprov Banten Gelar Parade Budaya di Bandara Soekarno Hatta

Sosial Budaya

STQH 2023 Jambi, Pj Sekda Virgojanti: Kafilah Provinsi Banten Siap Berikan Yang Terbaik

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Baduy

Sosial Budaya

Hadiri Deklarasi TTKKBI, Al Muktabar: Pesilat Pelestari Seni Budaya dan Menciptakan Kamtibmas

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Tampilkan Tenun Baduy dan Rajutan Pada Pameran Asta Karya Nusa

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com