Harita.id
Minggu, 20 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Rasakan dan Jelajahi Sejarah di Gua Belanda, Bandung
Pariwisata

Rasakan dan Jelajahi Sejarah di Gua Belanda, Bandung

admin
Diterbitkan: 14 Januari 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

harita.id – Gua Belanda terletak di Bandung dan merupakan salah satu dari banyak bangunan dan peninggalan bersejarah yang dibangun Belanda pada saat menguasai Indonesia. Pada awalnya gua yang di bangun pada tahun 1901 ini dipergunakan untuk perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik tenaga air. Namun, pada tahun 1918 Belanda melakukan renovasi dengan menambah lorong dan koridor dalam gua yang berada di daerah Dago Pakar ini.

Pembangunan yang dilakukan oleh Belanda mencakup 15 lorong dan 3 koridor. Pada setiap koridor mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Koridor pertama untuk saluran air, koridor kedua untuk lubang ventilasi dan yang ketiga untuk ruang interogasi.

Suasana didalam gua yang dingin dan lembab ditambah sisa-sisa reruntuhan dalam gua Belanda, akan anda rasakan ketika memasuki gua yang mempunyai luas 750 m dan dibuat dari batu stupaan, yaitu batu yang keluar dari gunung Krakatau. Gua Belanda seakan menceritakan bagaimana para penjajah melakukan aktivitas pada saat mereka menguasai Indonesia.

Pada tahun 1941 Belanda merubah fungsi Gua yang pada awalnya berfungsi untuk saluran air dan dirubah menjadi pusat komunikasi. Ini dilakukan pihak Belanda untuk mencegah perlawanan yang dilakukan para pejuang tanah air Indonesia.

Setelah jaman kemerdekaan berada di pihak Indonesia, pada 14 Januari 1985, Gua Belanda dijadikan tempat wisata dan menjadi tujuan wisatawan lokal dan asing. Kawasan sekitar Gua yang berupa hutan yang terawat dan sangat indah lalu diresmikan dengan diberi nama Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda.

Baca Juga

Taman Wisata Alam Sumur Kenclong Desa Tambang Ayam Diresmikan
Kemenparekraf dan Tim Juri ADWI 2024 Terpesona saat Kunjungi Desa Wisata Kacida Cibuntu Padarincang
Kembangkan Pariwisata Ekonomi Masyarakat, Disporapar Kabupaten Serang Latih dan Uji Kompetensi Puluhan Barista
Kadispar Banten Al Hamidi Siap All Out Dukung Event Ujung Kulon Culture Festival 2024

(Fidz.red)
Sumber : Indonesiakaya.com

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Rapat Atasi Banjir Bojonegara, Sepakati Solusi dari Hulu hingga Hilir
Artikel Berikutnya Komisi V DPRD Banten Berikan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Banjir di Lebak
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Pariwisata

Menikmati Pizza Italia ala The Suro Pizza – The Royale Krakatau Hotel, Rp100 Ribu Dapat Dua Loyang Medium

Pariwisata

Kunjungan Wisatawan ke Anyer-Cinangka Alami Peningkatan Capai 40 Persen

Pariwisata

Satlantas Polres Cilegon Berlakukan One Way Satu Jam Di Jalur Wisata Anyer- Cinangka

Pariwisata

Bupati Serang: Pantai Anyer-Cinangka Aman untuk Berwisata

Pariwisata

Pemkab Serang Dorong Penggerak Ekonomi Masyarakat, Anyer Cinangka Terkoneksi Jadi Desa Objek Wisata

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com