Harita.id
Senin, 21 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Ponsel jadi Ancaman Serius Warga Baduy
Lebak

Ponsel jadi Ancaman Serius Warga Baduy

admin
Diterbitkan: 25 Oktober 2020
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

LEBAK — Ancaman sosial dan budaya kini mengintai generasi muda warga Kanekes atau yang lebih dikenal Baduy. Jika dahulu warga Baduy terkenal dengan ketaatannya terhadap pikukuh, kini lambat laun semua tergerus perkembangan zaman.

“Saat ini tercatat ada 9.000 nomor telepon seluler atas nama warga Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Ciboleger, Kabupaten Lebak yang terdaftar di Dinas Kominfo (Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Lebak. Dari 9.000 nomor itu, yang aktif sekitar 6.000 nomor,” kata pemerhati masalah Baduy, Uday Suhada beberapa waktu lalu.

Menurut Uday, alat komunikasi seperti smartphone kini sudah tidak asing lagi bagi warga Baduy. Usia anak-anak hingga remaja, kini sudah akrab bermain sosial media. Bahkan diantara mereka sudah ada yang berniaga dengan memanfaatkan ponsel pintar tersebut.

“Disadari atau tidak, ini akan membawa dampak sosial dan budaya bagi masyarakat Baduy yang sebelumnya berpegang teguh pada tradisi dan ajaran turunan nenek moyang mereka. Ada kekhawatiran satu generasi Baduy akan hilang,” papar pegiat anti korupsi Banten ini.

Kata dia, sangat jelas Baduy saat ini mengalami banyak perubahan yang membahayakan. Bahkan, terancam kehilangan satu generasi. Penyebab utamanya adalah kemajuan teknologi. Yang terjadi saat ini, lanjut dia, android yang dimiliki dan digunakan anak-anak Baduy dengan sendirinya mengubah pola pikir, sikap dan perilaku mereka.

Baca Juga

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral 
SMSI Banten Dorong Obyek Wisata Pantai Sawarna Semakin Dikenal di Kancah Dunia
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siapkan Program Strategis untuk Kemajuan Organisasi
Warga Citorek Tengah Antusias Sambut Peluncuran Program Gubernur Banten Andra Soni

“Kini sebagian besar anak muda Baduy enggan membantu orangtuanya berkebun atau bercocok tanam lagi. Jelas ini perubahan sosial dan budaya yang tidak baik,” ujar Uday.

Mayoritas pengguna android di kalangan warga Baduy, terangnya, adalah pengguna media sosial, bahkan ada yang sudah menjadi menjadi youtuber dan meng gunakan berbagai aplikasi, seperti tiktok atau yang lainnya.

“Mereka bebas mengakses konten apa saja dan kapan saja. Sementara orang tuanya, yang hanya sibuk berkebun, tidak paham apa itu android, medsos dan apa bahayanya dari konten negatif yang merusak cara berpikir dan berperilaku anaknya,” pungkas Uday. (Dm)

Baca Juga

Pemprov Banten Sambut Roadshow Bus KPK di Kabupaten Lebak
Kakanwil BPN Banten Meminta Agar Komunikasi Publik Lebih Ditingkatkan
Iwan Kurniawan Letakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Desa Sukadaya Kabupaten Lebak
Lebak 2024-2029: Membangun Bersama, Sejahtera Bersama
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Politisi PPP Apresiasi Pemerintah Telah Perubahan Pedoman Umum
Artikel Berikutnya Wax and Beauty House Buka Cabang Pertama di Pandeglang
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Lebak

Pj Bupati Lebak Curhat Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kecamatan Rangkasbitung dan Bayah ke Kementrian ATR

Lebak

Jadi Keterbatasan Anggaran di Pemkab Lebak, Iwan Kurniawan Singgung BNPB Agar Dukung Percepat Pembangunan Lahan Relokasi

Lebak

Sekda Lebak Budi Santoso Sampaikan Amanat Mentri Agama RI, Diantaranya Berikan Pelayanan Umat Beragama dan Netralitas ASN Hadapi Pemilu 2024

Lebak

Hadiri Perayaan Natal Bersama, Pj. Bupati Lebak Ajak Jaga Kerukunan Umat Beragama

Lebak

BEM Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Deklarasikan Pemilu Damai 2024 Tanpa Hoax

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com