LEBAK – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Mathlaul Anwar (MA) yang berlokasi di Kampung Pasir Tapos, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Kyai Roma membantah dan menyayangkan adanya pemberitaan miring dari salah satu media online yang mencemarkan nama baik Ponpes yang dipimpinnya.
Menurut Roma, pemberitaan tersebut sangat menyudutkan pihaknya.
“Tanpa konfirmasi terlebih dahulu, dalam pemberitaan tersebut mengatakan bahwa program yang diterima tidak tepat sasaran. Ponpes ini berdiri sejak tahun 2017 lalu, saat ini kami memiliki santri sebanyak 20 orang. Pokoknya berita tersebut tidak sesuai fakta sebenarnyalah,” katanya kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).
Roma mengaku, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp 25 juta yang diterima pihaknya telah sesuai petunjuk teknis (juknis), dan telah dibelanjakan untuk alat kesehatan, masker, buku-buku kitab, alat pembersih, laptop dan lain sebagainya.
“Tudingan itu tidak beralasan. Untuk lebih jelasnya sebaiknya sebelum dimuat dikonfirmasi dulu ke saya atau kepada Ketua FSPP Kecamatan Cijaku,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, adanya BOP sangat bersyukur kepada pemerintah. Alhamdulillah bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi santri, apalagi disaat Pandemi Covid-19 ini, tentunya memerlukan perlengkapan kesehatan bagi santri juga sebagai penunjang pendidikan santri.
“Saya berharap kapada para jurnalis sebelum menerbitkan pemberitaan agar melakukan konfirmasi supaya berita tersebut berimbang. Jika sudah begini kan nama baik Ponpes dipertaruhkan. Padahal sekali lagi faktanya bantuan tersebut dipergunakan telah sesuai dengan juknis,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam pemberitaan salah satu media online bahwa pondok pesantren Mathlaul Anwar bahwa pondok pesantren tersebut baru dibangun dan santrinya belum ada. (Dm)










