HARITA.ID – Memanfaatkan lahan seribu luas tanah dalam budidaya Golden Melon di Lingkungan Karang Jetak, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon berhasil pasarkan Golden Melon hingga ke Jakarta.
Sajim seorang petani Golden Melon mengatakan, pihaknya membudidaya usaha Golden Melon itu telah lama melakukan budidaya melon.
“Kalau untuk di budidaya saya ini sudah lama. Sejak 2019 mulai budidaya Golden Melon. Yah kurang lebih 3 tahunan berjalan budidaya Melon,” kata saat ditemui dilokasi, Senin 05 Desember 2022.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam membudidayakan Golden Melon itu sendiri selama setahun dia mampu mencapai empat kali menanam pohon Golden Melon.
Hal itu karena tanah yang ia manfaatkan tanamkan Golden Melon itu bermula dengan menanamkan padi. Karena disaat musim penghujan biasanya lebih cepat menumbuh.
Maka oleh sebab itu, ia menanamkan Padi terlebih dulu agar setelah tidak musim penghujan barulah ia menanam Golden Melon.
“Bisa mencapai 4 kali tanam dalam setahun. Karena memang di sini notabennya padi. Cuman karena musim hujan itu harus padi dulu yang di tanamkan. Nah setelah tidak hujan baru menanam melon,” ungkapnya.
Dijelaskannya bahwa selama setahun dalam budidaya Golden Melon itu sendiri ia berhasil meraut panen Golden Melon sekitae 1.100 dari luas tanah 1.000.
“Kalau punya saya sih panennya 1.100 batang. Jadi luas lahan hanya 1.000. Target kita sih 2 ton setengah. Karena satu pohon itu sampai 2 sampai 3 kilo,” ucapnya.
Dalam proses pemasaran Golden Melon itu sendiri, lanjutnya ia telah berhasil memasarkan di pasaran yang ada di Kota Cilegon.
Bahkan, ada juga yang membeli budidaya Golden Melon miliknya sampai diluar Provinsi Banten.
“Alhamdulillah kalau untuk Cilegon sudah tersebar bahkan sampai ke jakarta juga telah dikirimkan untuk dijual. Sisanya dijual di eceran,” paparnya.
Masih kata dia bahwa dalam proses pemasaran Golden Melon itu juga ia biasa menjual perkilo dari petani itu kisaran 15 ribu dan juga ia mamlu berhasil menghasilkan Golden Melon itu bisa mencapai 3 kilo jika panen tiba.
“Dari pertani itu biasanya kami menjual 15 ribu. Jadi satu pohon itu bisa menghasilkan 2 sampai 3 kilo dengan 3 kali panen,” tukasnya. (Zar/Red)







