HARITA.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten (BI Banten) memproyeksi kebutuhan uang menjelang persiapan Natal 2022 dan Tahun baru 2023 mencapai sebesar Rp2,4 triliun.
Meski kebutuhan uang hanya Rp2,4 triliun, namun kantor perwakilan Bank Indonesia Banten menyiapkan dana hingga sebesar Rp3,5 triliun.
Sehingga, nilai kebutuhan meningkat 14 persen dibanding periode yang sama pada 2021 senilai Rp2,0 triliun.
Deputi Sistem Pembayaran, Sistem Pengelolaan Rupiah, Sistem Layanan Administrasi BI Banten Agus Hartanto mengatakan, bahwa terjadi peningkatan proyeksi kebutuhan uang pada Natal dan Tahun Baru 2023.
“Untuk peredaran uang persiapan Natal 2022 dan Tahun 2023 dipastikan aman untuk wilayah Banten. Kami menyiapkan uang Rp3,5 triliun, sudah sangat berlebih,” ungkap Agus saat ditemui beberapa hari lalu di Kota Cilegon, Rabu 21 Desember 2022.
Agus menjelaskan bahwa selain peredaran uang, BI Banten juga melaporkan sebaran uang baru emisi 2022 di Provinsi Banten sepanjang tahun ini.
“Tersebar uang layak edar emisi 2022 atau uang baru sebesar Rp317 miliar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala KPW Bank Indonesia Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat menuturkan, untuk peredaran uang di menyambut persiapan Natal 2022 dan Tahun 2023 dipastikan aman untuk wilayah Banten.
“Masyarakat Indonesia masih terima uang cash. Kita pastikan di Banten kebutuhan uang cukup aman terkendali,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia bersama Bank Indonesia, resmi meluncurkan tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).
Ketujuh pecahan Uang TE 2022 tersebut secara resmi berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bertepatan pada HUT-77 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2022.
Uang TE 2022 terdiri dari pecahan uang Rupiah kertas Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp.10.000, Rp5.000, Rp.2000, dan Rp.1000, dengan telah visual setiap pecahan Uang TE 2022 dalam rincian berikut.
Mentri Keuangan Ri Sri Mulyani mengatakan, bahwa Uang TE 2022 tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan. (Zar/Red)








