HARITA.ID – Seorang Karyawan Krakatau Jasa Logistik yang bernama Eranto ini merupakan putra kelahiran Cirebon tanggal 4 Agustus 1995 tutup usia,Keluarga Korban minta perusahaan transparansi dalam meninggal adiknya.
Fariha selaku bibi korban almarhum Eranto bekerja di Krakatau Jasa Logistik (KJL) divisi PSM HSM #1 salah satu anak perusahaan KS di Cilegon menceritakan bahwa secara kronologi kejadian adiknya itu dirinya tidak mempertanyakan terkait management perusahaan almarhum adiknya. Bahkan, setahu informasi yang dihimpun di hari jumat kemarin melalui teman kecil almarhum bahwa almarhum sudah dinyatakan meninggal. Padahal, teman almarhum bukan seorang karyawan KS melainkan teman kecil almarhum semasa hidupnya.
Maka oleh sebab itu,Farihah mempertanyakan kepada PT KJL dalam menagement yang ada secara kronologi. Karena setelah kejadian itu,tiba tiba almarhum ada di RS KS dan tidak tahu siapa yang membawanya.
“Pertama di hari jumat kemarin tepatnya almarhum ulang tahun mempertanyakan kepada management PT KJL. Karena kami mendapatkan info meninggalnya dari rekan teman kecilnya bukan kepada pihak perusahaan. Seharusnya yang wajib memberikan informasi itu iyah pihak perusahaan secara jelas kronologinya. Ini ko tiba tiba almarhum adik saya sudah ada di RS KS dan saya dapat infonya dari teman almarhum adik saya,”ungkap dia saat ditemui di Polres Cilegon Sabtu 5 Juni 2023.
Dikatakan dia, bahwa selain mempertanyakan kepada pihak perusahaan terkait kejelasan telah meninggalnya adik korban, dia pun melakukan laporan kepada pihak kepolisian. Dalam hal ini patuh terhadap undang undang. Artinya meminta pihak Kepolisian agar melakukan penyidikan atau olah TKP terkait meninggalnya adiknya di sebuah anak perusahaan KS yang tempat adiknya bekerja.
“Selain meminta kejelasan kepada pihak perusahaan kami juga melaporkan kejadian almarhum ke pihak kepolisian. Dimana tadi kami dan sekeluarga menyampaikan aspirasinya. Bahkan setelah dilakukan aspirasi, sekitar jam 1 siang tadi, pihak polisi melakukan olah TKP. Setibanya di TKP terdapat barang atau bunderan alat perusahaan di PT KJL. Namun, di lapangan tersebut dari hasil olah TKP dari kepolisian tidak ada kejanggalan karena tempatnya sudah bersih dan tidak dilakukan police line oleh pihak perusahaan,”ungkap dia.
Lebih lanjut kata dia,dari keterangan perusahaan akan siap bertanggung jawab terkait kejadian yang menimpa adiknya sampai meninggal. Namun kata dia, ia hanya ingin meminta tanggung jawab sebagai manusia yang secara otomatis bisa memanusiakan manusia secara transparansi kebijakan pelayanan kepada karyawanya.
“Pihak perusahaan katanya siap bertanggung jawab terkait meninggalnya korban. Yang merupakan korban itu seorang karyawan PT KJL,”sebutnya. (Zar/Red)







