HARITA.ID – Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturrohmi, mengatakan dalam melakukan upaya penurunan data pengangguran di Kota Cilegon yang dalam hal ini pada data yang ia himpun dari TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) di Kota Cilegon mengalami penurunan hingga meraih peringkat ke empat. Hal tersebut tentu ada kaitanya dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Cilegon. Apalagi,SDM di Cilegon sangatlah mempunih dalam berdaya saing di Kota Cilegon.
“Iyah saya kira kalau persoalan SDM itu kita optimis bahwa masyarakat Cilegon pencari kerja di Kota Cilegon ini ketersedian SDMnya cukup mempuni. Meskipun memang sesuaiĀ dengan klasifikasinya. Ada yang tingkat SLTA, ada yang tingkat D1 hingga tingkat D3 sampai di akhir di S1,”kata Faturrohmi yang juga anggota DPRD dari Dapil Grogol Merak.
Dijelaskan Politisi Partai Gerindra Dapil Grogol Merak bahwa dalam ketersedian SDM lokal di Kota Cilegon ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Cilegon dalam berdaya saing yang sesuai dengan jurusan yang ada di beberapa Universitas tinggi di Kota Cilegon. Agar pada SDM di Cilegon bisa diterima sesuai dengan jurusannya masing masing di butuhkan oleh para Industri.
“Ini sangat cukup tersedia bahkan banyak perguruan tinggih kita yang memang support betul terkait dengan jurusan yang memang di butuhkan oleh Industri yang ada di Kota Cilegon,” jelasnya.
“Ini hanya persoalan keterpihakan industri saja kepada masyarakat Cilegon,” tambahnya.
Diungkapkan Faturrohmi bahwa pihaknya mendorong kepada Industri yang ada di Kota Cilegon agar merekrut atau menerima pada warga lokal untuk bekerja di Industri yang ada di Cilegon untuk sesuai prosedural yang lebih keterpihakanya kepada warga lokal Cilegon.
“Artinya kita mendorong Industri di tengah pemerintah melalui Disnaker Cilegon sudah bekerja maksimal kita juga memang kita persoalanya keterpihakan Industri terhadap masyarakat Cilegon,”ungkap Faturrohmi.
Faturrohmi berharap kepada Industri yang ada di Cilegon agar Jangan sampai melakukan pengrekutan tenaga kerja lokal di Cilegon untuk tidak melakukan diskriminasi.
Seperti misalkan, lusan mana dalam perguruan tinggih untuk di terima di tenaga kerja lokal dalam bekerja di Industri yang ada di Cilegon.
“Karena selama ini ada tidak keadilan atau ada diskriminasi yang terus kita dorongĀ agar mereka berpihak SDM masyarakat Cilegon,” harap Faturrohmi.
Kemudian dari pada itu, kata Faturrohmi pihaknya juga melihat banyak perusahan perusahan yang dalam prosesnya itu melalui proses pemagangan. Maka oleh sebab itu, yang harus di ambil oleh Pemkot Cilegon harus di utamakan masyarakat Kota Cilegon.
“Iyah artinya Pemerintah Kota Cilegon dalam hal ini bagus dalam membaca situasi agent off krisis di Cilegon tinggal persoalanya keberpihakan industrinya,” tambahnya.
“Dari sisi regulasinya kita cukuplah. Tinggal persoalan kebijakan dari pada Industri terhadap masyarakat. Jangan sampai ada diskriminasi. Kita di pandang sebelah mata ini juga karena itu sangat penting,” pungkasnya. (Zar/Red)








