HARITA.ID – Camat Cibeber Sofan Maksudi menilai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon, tidak serius menyelesaikan persoalan banjir di wilayahnya. Salah satunya penyelasaian penyebab banjir di lingkungan RT 01 / RW 07 Cibeber yang hanya menutup gorong-gorong yang berada di wilayah tersebut. Maka dari itu, Sofan mengajak kepada DPUTR melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk bersama-sama mencari solusi penyebab banjir di Kecamatan Cibeber dengan cara menganalisa penyebabnya.
“Terkait dengan permasalahan banjir di Cibeber, ada beberapa titik yang sering terjadi banjir. Diantaranya, di lingkungan Cibeber timur,” kata Sofan di kantornya, Selasa 23 Januari 2024.
Sofan mengaku, terkait dengan persoalan banjir pihaknya telah bersurat kepada DPUTR untuk melakukan pengerukan kali di Cibeber. Namun, pada pelaksanaanya DPUTR hanya melakukan penutupan sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab banjir.
“Hujan sedikit banjir menggenangi rumah warga hingga 50 Centimeter yang diakibatkan oleh kurang berfungsinya sodetan drinase. Sehingga aliran air tidak lancar,” ucap Sofan.
Selain di Kedalaman, lanjut Sofan di lingkungan Sambirata dan Sambilawang, Kecamatan Cibeber juga merupakan lokasi langgananan terjadinya banjir pada saat turun hujan. Namun, sampai saat ini belum ada solusi untuk menyelesaikan penyebab banjir tersebut. Menurutnya, DPUTR Kota Cilegon akan percuma membangun tandon atau memperbaiki saluran dan lain sebagainya apabila penyebab banjir di Cibeber tidak diperbaiki.
“Kemduian di kali Kedaleman juga tersendat sehingga terjadi banjir, kita pengen Dinas Pu (DPUTR) turun ke lapangan untuk menyelesaikan akar permasalahan banjir, bukan membangun,” kata Sofan.
Adapun terkait dengan upaya warga dan Kelurahan dalam mengantisifasi banjir Sofan menyatakan hal itu hanya bersifat sementara bukan permanen. Sehingga perlu upaya yang serius dari semua pihak dalam menangani persoalan Banjir di Kecamatan Cibeber khususnya dan Cilegon umumnya.
“Semustinya lakukan analisa dan kajian dulu untuk menyelesaikanya, bukan membangun. Percuma kalau membangun juga kalau akar persoalanya ga diselesaikan,” katanya. (Zar/Red)







