HARITA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon melibatkan kepada puluhan pemilah sampah organik dan non organik pada acara launching di Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 yang akan digelar pada Rabu 21 Febuari 2024.
Dari informasi yang di dapat, DLH Kota Cilegon akan menggelar launching kepada pemilah sampah organik dan non organik yang akan digelar pada rabu besok di halaman kantor Walikota Cilegon.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Pengawasan Sampah Dinas Lingkungan HidupĀ (DLH) Kota Cilegon, Muhriji membenarkan pihaknya akan melakukan launching kepada puluhan pemilah sampah organik dan non organik pada HPSN 2024.
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk komitmenya untuk menangani persoalan penumpukan sampah.
“Iyah kita baru sekarang ini di beberapa tempat yang sudah kita himpun untuk melaunchingkan pemilah sampah non organik dan organik. Dari yang sudah kita himpun terdapat di TPS pasar Kranggot, TPS pasar Blok F, TPS pasar Merak, dan TPA itu kurang lebih sekitar 75 dan 80 orang untuk peserta pemilah sampah organik dan non organik,” ujar Muhriji, Senin 19 Febuari 2024.
Kata Muhriji, dari puluhan pemilah sampah organik dan non organik itu sendiri nantinya ditugaskan untuk memiliah sampah yang ada di Cilegon.
“Iyah yang 80 orang itu ditugaskan untuk memilah sampah organik dan non organik. Baik itu di TPA atau tempat pemprosesan akhir yang berada di Bagendung maupun di beberapa TPS yang berada di Cilegon,” jelasnya.
Muhriji menyebutkan, dari puluhan pemilah sampah itu, merupakan petugas mandiri yang merupakan inisiatif sendiri dan juga menjadi binaan DLH Cilegon.
Untuk itu, kata Muhriji puluhan peserta pemilah sampah itu sendiri nantinya mereka mendapatkan bayaran per harinya 100 ribu rupiah.
“Iyah 75 sampai 80 orang itu sebenarnya masuknya ke mandiri. Mereka itu dari ada yang di kita itu yang di UPT UPT Pasar Kranggot itu misalnya 3 orang nah itu dari kita petugasnya. Dan kepada 80 ini nanti kita bayar per harinya 100 ribu. Tapi tidak semua, karena kami akan membayarnya kepada pemilah sampah yang mandiri. Seperti di TPS Kranggot ada 2 sampai 3 orang maka itu kita bayar per orang 100 ribu rupiah,” tukasnya. (Zar/Red)








