LEBAK – Pandemi Virus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) atau yang disebut virus Corona dari pertama kali ditemukan pada Bulan Januari 2020 di negeri tirai bambu Cina hingga awal tahun 2021 ini masih belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir.
Bahkan, Pandemi terus semakin menganas dengan terus bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19. Di Kabupaten Lebak sendiri, jumlah pasien virus Covid-19 pertanggal 16 Januari 2021 sudah mencapai angka 1.083 kasus.
Menanggapi hal tersebut, Muhamad Wahyu, Ketua Komisariat Latansa Mashiro HMI Cabang Lebak mengaku prihatin atas lonjakan kasus pasien positif Covid-19.
“Peningkatan kasus corona yang cukup signifikan ini sangat meresahkan bagi masyarakat, di tambah lagi lebih banyak pasien isolasi mandiri di banding pasien yang diisolasi kan di ruang khusus yang di sediakan oleh Pemda,” kata Wahyu kepada awak media, Minggu (17/1/2021).
Wahyu mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak harus dengan serius menanggapi peningkatan kasus tersebut. Katanya, pengawasan pasien positif Covid-19 perlu dipertegas kembali khsususnya pada tingkatakan Desa. Karena Wahyu menilai saat ini pengawasan pasien positif yang tengah menjalani masa isolasi mandiri belumlah maksimal.
“Satgas Covid-19 ini harus lebih tegas dalam melakukan pengawasan, khususnya di tingkat Desa yang terdapat pasien isolasi mandiri yang jika mereka tidak sadar dan kurang nya pengawasan dapat dengan mudah menularkan virus pandemi ini” ujarnya.
” Di Kalanganyar saja salah satu wilayah yang kasus Corona nya tinggi masyarakat yang di haruskan isolasi mandiri masih bisa keluar rumah bebas tanpa sadar bahwa mereka dapat menularkan virus tersebut kepada masyarakat sekitar,” sambungnya.
Dikatakanya, ketegasan Satgas dalam pengawasan pasien isolasi mandiri dapat diterapkan dengan cara memberikan sanksi terhadap pasien positif Covid-19 yang membandel, dengan tidak mengikuti arahan Satgas untuk melakukan isolasi.
“Harus ada sanksi tegas terhadap pasien isolasi mandiri dari satgas agar mereka paham betul sebenarnya mereka adalah salah satu alasan utama penyebaran virus, dan untuk vaksinasi haruslah di salurkan kepada target yang tepat. Pemda harus memprioritaskan Tenaga Kesehatan dan pasien positif untuk di berikan Vaksin terlebih dahulu,” tegasnya.
Dirinya berharap ketegasan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tersebut dapat mencengah virus covid-19 semakin menjamur dilingkungan masyarakat Kabupaten Lebak,”pungkasnya.(dm)







