Harita.id
Rabu, 23 September 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Warga Rangkasbitung Mencium Adanya Kejanggalan Kematian Ibunya Yang Dinyatakan Positif Covid-19
Lebak

Warga Rangkasbitung Mencium Adanya Kejanggalan Kematian Ibunya Yang Dinyatakan Positif Covid-19

admin
Diterbitkan: 8 Februari 2021
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

LEBAK – Salah seorang warga Rangkasbitung, H. Dade, merasa ada kejanggalan akan pernyataan yang disampaikan oleh dua orang perawat RS Misi Rangkasbitung saat dia beserta keluarganya dilarang melihat jenazah almarhumah ibu kandungnya sendiri Hj. Nanih Yunaningsih (67) setelah dinyatakan oleh rumah sakit meninggal akibat terpapar Covid-19.

“Ibu kami dinyatakan meninggal akibat terjangkit Korona. Akan tetapi ketika kami hendak melihat jenazahnya, dua orang perawat mengijinkan untuk melihat jenazah Ibu di ruang ICU cukup hanya mengenakan masker tanpa diberi APD lengkap, karena menurut mereka cukup menggunakan masker saja. Jawaban itu membuat saya kaget dan terheran-heran masa kita hanya disarankan cukup pakai masker aja. Namun karena ada rasa takut tertular saya dan keluarga hanya meminta dibukakan pintu ruang ICU saja supaya bisa melihat secara langsung jenazah Ibu. Yang nenyisakan tanda tanya bagi saya, mereka menawarkan dua opsi kepada kami. Jenazah apakah mau dibawa oleh keluarga atau diurus hingga pemakaman oleh pihak rumah sakit. Saya heran, sebenarnya Ibu kami meninggal karena terserang virus Corona atau bukan? Jika benar terserang virus Corona kok selonggar itu bisa dibawa keluarga,” kata H. Dade kepada awak media dikediamannya di Jalan Siliwangi, Pasir Ona, Rangkabitung, Senin (8/2/2021).

Sajauh ini, kata H.Dade, almarhumah ibunya (Hj.Nanih-red) hanya menderita penyakit gula (diabetes) sejak 2008, namun dalam satu tahun terakhir berangsur membaik setelah aktif mengonsumsi ramuan herbal ektrak kunyit, pare, dan sedikit garam.

Sementara itu, suami pasien, H Dudi Rodidi mengaku, pada hari Senin (1/2) pagi waktu itu, almarhumah dibawa dari rumahnya Kampung Dua, Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang menuju RS Misi yang berjarak kurang-lebih 75 kilometer.

“Istri saya pagi itu mencret-mencret dan mengaku pusing. Gejala mencret itu dugaan saya karena habis makan petai atau masuk angin karena kecapean,” papar H. Dudi saat mendampingi sang istri berobat bersama sopir pribadinya.

Baca Juga

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral 
SMSI Banten Dorong Obyek Wisata Pantai Sawarna Semakin Dikenal di Kancah Dunia
Lesman Bangun Kembali Pimpin SMSI Banten, Siapkan Program Strategis untuk Kemajuan Organisasi
Warga Citorek Tengah Antusias Sambut Peluncuran Program Gubernur Banten Andra Soni

Dudi menambahkan, kondisi dirinya sampai malam ini segar bugar padahal selama perjalanan satu mobil dengan istri dan sopir keluarga menuju Rumah Sakit Misi.

“Kalau istri tertular corona tentunya ada yang tertular juga di antara kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Lebak dr Dani Ramdani, menjelaskan sesuai protokol kesehatan setiap pasien yang dirujuk ke rumah sakit akan menjalani tes rapid dan PCR.

Baca Juga

Pemprov Banten Sambut Roadshow Bus KPK di Kabupaten Lebak
Kakanwil BPN Banten Meminta Agar Komunikasi Publik Lebih Ditingkatkan
Iwan Kurniawan Letakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Desa Sukadaya Kabupaten Lebak
Lebak 2024-2029: Membangun Bersama, Sejahtera Bersama

“Jadi ketika pasien di tes PCR bisa saja hasilnya positif atau negatif dan ketika dinyatakan reaktif pasien akan ditempatkan di ruangan isolasi, hingga menunggu hasil selanjutnya dan menjalani perawatan,”jelas dr Dani.

Terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit misi memperbolehkan keluarga pasien boleh melihat jenasah positif corona tanpa menggunakan Alat Pelengkap Diri (APD) lengkap cukup memakai masker pihaknya akan memanggil manajemen RS misi, untuk diminta penjelasannya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Yang jelas kalau sesuai aturan yach jenasah yang positif Covid-19 enggak bisa dilihat, tapi langsung dimakamkan sesuai prosedur protokol kesehatan oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan, tanpa harus ada penawaran diurus pihak rumah sakit apalagi oleh keluarga pasien,”ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pihak Humas RS Misi Suradji tak dapat ditemui lantaran sedang presentasi.

“Kalau konfirmasi soal pasien ikuti alur saja, saya sedang presentasi,”ucapnya.

(Dm)

Baca Juga

Pj Bupati Lebak dan Forkopimda Cek Ketersediaan Pangan di Pasar dan Gudang Bulog
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Resmikan 21 Sarpras Pendidikan di Kabupaten Lebak
Pj Gubernur Banten Al Muktabar Salurkan Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Kabupaten Lebak
Al Muktabar Minta Fasilitas Kesehatan RSUD Malingping Ditingkatkan
- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Kapolres Lebak Sumbangkan 50 Kitab Al-Qur’an Untuk Kegiatan HPN
Artikel Berikutnya Dokter dan Forkopimda Disuntik Vaksin Covid Tahap II
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Harhubnas 2026, Robinsar Gaspol Benahi Transportasi Cilegon hingga Jalan Nasional

TPP ASN Cilegon Dipangkas, Sahroni: Kita Harus Dukung Kebijakan Wali Kota

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Lebak

Pj Bupati Lebak Curhat Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Kecamatan Rangkasbitung dan Bayah ke Kementrian ATR

Lebak

Jadi Keterbatasan Anggaran di Pemkab Lebak, Iwan Kurniawan Singgung BNPB Agar Dukung Percepat Pembangunan Lahan Relokasi

Lebak

Sekda Lebak Budi Santoso Sampaikan Amanat Mentri Agama RI, Diantaranya Berikan Pelayanan Umat Beragama dan Netralitas ASN Hadapi Pemilu 2024

Lebak

Hadiri Perayaan Natal Bersama, Pj. Bupati Lebak Ajak Jaga Kerukunan Umat Beragama

Lebak

BEM Universitas Setia Budhi Rangkasbitung Deklarasikan Pemilu Damai 2024 Tanpa Hoax

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com