CILEGON – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon menggelar forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di salah satu hotel, di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Senin (22/03/2021).
Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan semua OPD yang kebetulan di tahun anggaran 2021 ini baru DP3KAB dengan Dinkes Kota Cilegon.
“Ini adalah tujuannya untuk koordinasi dan sinkronisasi program kerja ditahun 2022, dengan melibatkan OPD-OPD, kemudian Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Wanita, forum-forum, pokoknya mitra yang selama ini bekerja sama dengan mendukung program yang ada di DP3AKB termasuk Forkopimda.
Heni mengaku, selama ini DP3AKB berkoordinasi bahkan berkolaborasi dengan para stakeholder terkait untuk kegiatan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Sebetulnya kasus kekerasan secara umum terhadap perempuan dan anak ditahun 2020 terjadi penurunan tetapi, kasus kekerasan seksual terhadap anak memang meningkat tetapi itu tidak signifikan gitu tetapi memang meningkat dan itu salah satu faktornya adalah ketika anak-anak daring, lalu mereka jenuh dan bosan akhirnya kan mereka barang kali buka buka youtube lah apalah internet lah itu kan bisa ada dihadapan mereka yah dalam sekejap mata bisa beralih ketika daring nah itu salah satu penyebabnya itu. Tapi kan peran keluarga dan orang tua diperlukan mendampingi, mengawasi pada saat anak-anak kita ada di lingkungan rumah karena sekarang lebih banyak dirumah bukan di sekolah. Kalo tahun ini baru 2 kasus mudah mudahan 2 aja, 2020 itu 44 kasus ini sekarang 2 jadi di 3 tahun sampai bulan maret ini 46 kasus kekerasan seksual terhadap anak bahkan ada yang sudah ke meja hijau,” pungkasnya. (Dm)










