HARITA.ID – Ketua Koordinator Badan Koordniasi Peduli Lingkungan Alawi Mahmud mengatakan mengatakan, pada hari jumat kemarin pihaknya melakukan launching kegiatan normalisasi sungai dan pendataan halaman hilir sungai. Dalam launching itu bertujuan untuk menormalisasi sungai yang berada di Kelurahan Kepuh Randakari, Kecamatan Ciwandan.
“Nah sungai itu berada di Kelurahan Kepuh yang menjadi aliran utama limba limba cai dari beberapa industri. Karena sungai itu sudah mengalami pendakangkalan dan penyempitan. Maka kami memandang perlu untuk dilakukan normalisasi,”kata Alawi Mahmud yang juga tokoh masyarakat Kepuh Ciwandan saat di hubungi melalui sambungan telphon Whatsaap, Senin 07 November 2022.
Dijelaskan Alawi bahwa kegiatan ini bersinergi dengan stekholder yang ada di lingkungan Pemerintah setempat maupun tak lupa pula peran para industri yang berada di Kota Cilegon.
“Nah kebetulan kegiatan itu secara terpadu. Berkolaborasi antara industri dengan masyarakat Kelurahan Kepuh, Randakari beserta dengan Pemerintahan Daerah Kota Cilegon,” ujarnya.
Alawi juga mengatakan, bahwa kegiatan ini ia lakukan atas keresahaanya sebagai warga Kelurahan Kepuh. Maka oleh sebab itu, ia berinisiasi melakukan penormalisasian sungai yang berada di lingkungan Kelurahan Kepuh, dan Randakari di Kecamatan Ciwandan.
“Iya saya yang menginisiasi bersama dengan Kelurahan. Hal ini karena memang saya warga disini,” ucapnya.
Dalam kegiatan normalisasi sungai yang berada di Kelurahan Kepuh, kata Alawi bahwa ini telah menghabiskan ratusan juta dalam normalisasi sungai tersebut. Sehingga tak lupa peran serta dari para industri menyumbangkan modalnya dalam normalisasi sungai bisa mencapai puluhan juta.
“Itu kemarin estimasi anggaran itu 140 juta itu di tanggung oleh iuaran dari pada industri. Per masing masing industri 20 juta untuk iuran normalisasi sungai,” paparnya.
Dalam mengumpulkan dana anggaran pada normalisasi sungai itu ia mampu mengumpulkan 7 industri yang sepakat dalam melakukan normalisasi sungai tersebut.
“Jadi ada 7 industri yang memang sepakat kegiatan normalisasi sungai di Kelurahan Kepuh Randakari. Pertama PT Pelindo Persero Regional 2 Banten, PT Krakatau Bandar Samudra, PT Indosemen Tunggal Prakarsa, PT Jawa Manis Rafinasi, PT Indovero atau sekarang sudah ganti nama PT GJI, PT Semindo Gemilang (Semen Merah Putih) dan yang ke 7 PT Pelabuhan Tanjung Priuk yang juga anak dari PT Pelindo,” ucapnya.
Lebih lanjut kata Alawi bahwa dalam kegiatan normalisasi itu melibatkan 7 PT yang sepakat dalam normalisasi sungai dan pendataan halaman hilir sungai di lingkungan sekitar Ciwandan khususnya di Kelurahan Kepuh Randakari.
“Nah kegiatan ini dalam rangka merespon keresahan masyarakat kelurahan kepuh pada khususnya yang berada potensi kebanjiran yang sejalan dengan memasuki musim penghujan dan di payungi oleh Badan Koordinasi Peduli Lingkungan (BKPL) Kelurahan Kepuh Randakari,” tuturnya.
“Harapanya kegiatan ini bisa memberikan rasa nyaman rasa aman bagi penduduk kelurahan kepuh khususnya umumnya kelurahan randakari bahkan kecamatan ciwandan. Setidaknya daerah aliran sungai dapat berjalan dengan lancar,” harapnya. (Zar/Red)




