HARITA.ID – Koordinator Presidium MW KAHMI Banten,Moh Bahri mengatakan, bahwa pada momentum di penghujung akhir tahun 2022 ini pihaknya ini menggelar diskusi dengan tema 2023 Tahun Politik dan Tahun Perjuangan Aktivis.
Hal tersebut kata Bahri ia mengangkat tema tersebut bertujuan untuk paska setelah menjadi aktivis maka disana peran aktivis akan menyongsong pada dunia perpolitikan.
Apalagi saat ini akan memasuki Pemilu serentak di 2024. Maka oleh sebab itu kata dia sudah semestinya untuk dibahas dalam mempersiapkan Pemilu mendatang di 2024.
“Yah kenapa tema tentang 2023 ini adalah para perjuangan aktivis. Karena memang secara formal aktivis itukan banyaknya tarikanya kecendrunganya di dunia politik. Maka di tahun 2023 akan memasuki tahapanya menuju ke sana (tahapan dunia politik) secara formal. Ada momentum Pileg ada momentum Pilkada,” kata Moh Bahri, Jumat 30 Desember 2022.
“Nah itu yang harus kita respon atau harus kita maknai dengan baik,” tambahnya.
Moh bahri menuturkan pihaknya berkeinginan pasa kader HMI atau kader Hijau Hitam setelah melewati fase aktivis tenyi harus mengambil peluang tersebut.
“Kita mau ambil posisi dimana dengan adanya peluang itu karena ini di lapangan itu adalah kompetensi secara politik maka harus mempersiapkan terlebih dulu,” tuturnya.
Hal itu karena pada proses mengambil sebuah peran untuk memasuki momentum Pileg itu adalah momentum 5 tahunan. Sehingga peran aktivis Hijau Hitam sudah di persiapkan di jauh jauh hari.
Agar pada saat memasuki kontestasi Pemilu serentak akan terwujud apa yang di inginkannya.
“Jadi jika kita tidak mengambil kesempatan sekarang maka menunggu 5 tahun yang akan mendatang. Dan bagi aktivis atau teruma kepada kader kader hijau hitam itu tentu sudah pasti merancang masa depanya,” paparnya.
“Nah ketika telah merancang pada masa depanya saya coba dorong dengan diskusi ini bagaimana apa yang di rangcang itu memang sesuai dengan targetan peluang yang ada. Seperti Di antaranya ada Pileg kan begitu. Ada tahapan penyelenggara pemilu,” tambahnya.
Kemudian menurut Moh Bahri bahwa Kahmi ini merupakan sebuah wadah yang menghimpun para kader hijau hitam yang akan memasuki pada kontestasi pemilu 2024 sudah semestinya mendistribusikan para kader terbaiknya untuk mengisi di semua lini yang ada di Provinsi Banten.
“Karena Kahmi itu sendiri berfikir bagaimana pendistribusian kader di semua lini atau semua sektor. Bahkan, MW KAHMI tentu mendorong kadernya keluarga besar Hijau Hitam itu untuk mengambil peran momentum Politik ini,” tuturnya.
Bahri mengaku ia akan mendorong secara kongkrit untuk menuju proses perubahan pembangunan di Provinsi Banten.
“Kita dorong. Hal itu karena untuk menuju perubahan maka untuk itu harus masuk kekuasaan,” paparnya.
Kemudian dari pada itu, kata Moh Bajei adapun untuk pada level akademisi pihaknya akan menghormati. Hal tersebut karena itu memang pada level akademisi akan menghargai dan mendorong karena memang juga itu penting.
Hal tersebut Untuk menjadi penyeimbang dan kontrol pada kalangan politisi, tapi bagi yang ada kecendrungan untuk tertarik untuk memilih pilihan politik maka MW KAHMI akan mendorongnya.
“Maka itu kita dorong juga karena memang kekuasaan itu harus di pegang orang orang yang punya kapasitas baik, atau orang orang yang mempunyai dedikasi yang baik iyahkan. Dengan komitmen yang tinggih untuk perbaikan di Provinsi Banten khususnya,” paparnya.
Harapanya tentu semakin banyak kiprah kader kader HMI untuk disemua sektor terutama juga di bidang politik. Apalagi juga sudah 2023 dan ini sudah masuk pada tahapan momentum yang harus di ambil peran oleh para aktivis hijau hitam.
“Maka harus ada lebih banyak bermunculan sehingga semakin banyak kader HMI yang masuk pada dunia politik dan sukses untuk meraih di bidangnya. Maka itu akan semakin punya harapan untuk mewarnai dan memperbaiki situasi di Provinsi Banten,” harapnya. (Zar/Red)




