HARITA.ID- Kepolisian Daerah (Polda) Banten mendorong pihak terkait untuk mengoptimalkan alat pendeteksi dini tsunami. Mengingat, informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang telah memprakirakan terjadinya cuaca buruk yang akan berlangsung hingga awal tahun 2023 mendatang.
Diketahui, Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto telah melakukan pengecekan antisipasi Bencana Alam di wilayah Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang, pada Rabu (28/12) kemarin. Kapolda Banten terkejut saat mendapati dua dari tiga alat pendeteksi tsunami dalam kondisi rusak.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga mengungkapkan, bahwa Kapolda Banten merespon atas informasi BMKG, tentang potensi cuaca ekstrem, termasuk potensi bencana alam, sehingga Pak Kapolda Banten turun langsung untuk melakukan pengecekan.
“Dari hasil pengecekan, Pak Kapolda berkoordinasi dengan BPBD, disitu ada posko, tentang temuan alat indikasi tsunami, yang menurut keterangan belum beroperasi atau tidak beroperasi ketika itu,” ungkapnya.
Ia mengaku bahwa pihaknya telah meneruskan hasil temuan tersebut kepada pihak-pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti.
“Tentu saja hal ini sudah diinformasikan kepada pemerintah atau stekholder terkait, untuk segera difungsikan atau dioperasionalkan,” katanya pada kegiatan Rilis Akhir Tahun 2022 yang digelar di Polda Banten, Jumat 30 Desember 2022.
Shinto juga menjelaskan bahwa Polda Banten mempunyai prinsip bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utamanya.
“Karena menyangkut keselamatan masyarakat sekitar, konteksnya kami menempatkan keselamatan masyarakat kepada prioritas utama,” jelasnya.
Terakhir, pihaknya akan komunikasi lebih kanjut kepada jajaran terkait, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
“Jadi kita akan komunikasi lanjut dengan stakeholder untuk meyakinkan bahwa alat pendeteksi tsunami tersebut dapat difungsikan,” tandasnya. (Zar/Red)











