HARITA.ID – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengatakan, pada kegiatan Pelantikan Upgrading Raker dan Dialog Publik yang di gelar oleh Pengurus Pusat (PP) Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menurutnya sangat bagus. Hal tersebut merupakan salah satu langkah merapatkan barisan untuk menyongsong di pengurusan baru di PP IMC.
“IMC baguslah konsolidasi pelatihan,” kata Sanuji usai menjadi narasumber pada Dialog publik di IMC,Minggu 19 Febuari 2023.
Tak sampai disitu, Sanuji juga menyingung terkait dengan Kota Cilegon yang merupakan Koga kaya. Namun, secara pribadi ia pun mensyukuri bahwa Cilegon koga kaya karena banyak peluang yang akan tumbuh berkembang. Maka lanjut Sanuji memintu untuk peran serta mahasiswa berlomba lomba dalam kebaikan medukung program Pemkot Cilegon.
“Iyah pertama kita syukurilah Kota kaya ada peluang finansial ada peluang pembangunan tetap kita bersykur dan bersemangat terus kita tulus membangun Cilegon mari kita fastabikul Khoirot membangun Cilegon,” ungkap Sanuji.
Di lain sisi,masih kata Sanuji bahwa banyak sekali dari masyarakt yang dirasa masih banyak yang belum sejahtera. Maka perlu kiranya kata dia untuk di dorong dan di bantu masyarakat Kota Cilegon dalam kehidupan yang layak.
“Terutama masyarakat bawah masyarakat kecil yang perlu kita angkat dan kita bantu mereka supaya memiliki kemampuan kompetetif,” paparnya.
Diakui Sanuji bahwa Cilegon memang Kota kaya dan Kota yang sangat maju dalam proses pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya. Namun, masih banyak hal hal yang dia rasa menjadi pekerjaan rumah atau menjadi catatan dalam menyelesaikan permasalahan di Cilegon.
“Saya kira secara umum kita maju tapi memang masih banyak PR PR yang harus kita selesaikan,” ungkapnya.
Sementara masih kata orang nomer dua di Kota Cilegon, atas data yang ia terima pada tahun 2023 bahwa Cilegon itu Kota kaya namun banyak keganjalan maka tak lupa ia meminta peran mahasiswa untuk mendorong atau bersuara dalam menyampaikan aspirasinya di Kota Cilegon.
“Iyah saya minta untuk mahasiswa bersuara untuk di dorong data kemiskinan yang sampai saat ini belum terealisasi data kemiskinan ini belum bisa teratasi di Kota Cilegon.Kalau mahasiswa enggak bersuara siapa lagi. Karena mahasiswa kan lebih murni lebih tulus bersuara menyampaikan aspirasinya. Enggak papa untuk menyampaikan suaranya di muka umum yang penting kan tidak melanggar undang undang iyah. Jangan demo yang merusak tapi menyampaikan aspirasi, datang menyampaikan diskusi,” ungkapnya.
Di akhiri wawancara, kata Sanuji ia pun minta agar mahasiswa mengundang para pejabat untuk menyelesaikan problematika yang ada di Kota Cilegon. Baik itu OPD maupun pejabat publik lainnya. Oleh sebab itu, ia pun menegaskan agar Pejabat jangan takut jika di undang oleh Mahasiswa. Karena mahasiswa mengundang itu untuk berdiskusi dan menyelesaikan problematika yang kerap terjadi di Kota Cilegon.
“Di undang lah para pejabat di undang lah. Justru kalau ada pejabat di undang oleh mahasiswa khususnya oleh IMC di pertanyakan gappa datang aja. Mahasiswa kritis kritis.Tapi para pejabat harus berani datang. Diskusi dengan mahasiswa. Dan mahasiswa undang aja. Pejabat pejabat di undang aja OPD OPD di undang saja. Salahnya di mana dan di diskusikan,” pungkasnya. (Zar/Red)






