HARITA.ID – Lurah Tegal Bunder, Muftadi mengatakan bahwa meskipun memang di Kota Cilegon sedang ramai terjadi perang sarung. Namun dirinya percaya bahwa di lingkungannya sendiri tidak terjadi perang sarung pada bocah di lingkungan Tegal Bunder.
“Iya saya sih yakin dan percaya sama warga saya di Tegal Bunder karena remaja khususnya warga di Tegal Bunder tidak ada waktu untuk hal hal seperti itu,” kata Muftadi kepada wartawan, Kamis 30 Maret 2023.
Dikatakan Muftadi bahwa ia mempercayai bahwa di lingkunganya tidak ada perang sarung itu di sebabkan karena ada jadwal pengajian padat terutama abis sholat asar danhir. Bahkan, abis sholat magrib mengaji Al Quran selain itu, setelah Sholat Taraweh mikran atau ngaji kitab pasaran dan lain sebagainya dan juga termasuk pada abis sholat subuh juga sama mengisi sehari harinya untuk mengaji.
“Yah saya mah percaya dan yakinlah. Karena memang sayanya orang sini geh,” ungkapnya.
“Artinya besiknya religius agamis. Artinya ada pesantren Ibnu Syam, ada pesantren Bani Sholeh ada pesantren Nasrul Ulum dan banyak lainnya lah di setiap lingkungan ada pondok pesantren dan ada guru guru ngaji dan lain sebagainya,” tuturnya. (Zar/Red)










