HARITA.ID – Pemerintah Kelurahan Lebak Gede,Kecamatan Pulo Merak tekankan kualitas pembangunan pada program Salira di lingkungan Kelurahan Lebak Gede.
Lurah Lebak Gede, H Fatoni menyampaikan pada program Salira di termin satu pada Kelurahan Lebak Gede sendiri Kelurahan Lebak Gede membangun 4 titik dalam proses pembangunan Salira kepada masyarakat Lebak Gede.
“Untuk termin pertama kita untuk pembangunan Salira itu sendiri kita ada empat (4) wilayah. 4 wilayah itu terdiri dari Rw01, Rw03, Rw04 dan Rw 06,” kata Fatoni kepada wartawan, Selasa 30 Mei 2023.
Kata Fatoni, dari empat titik proses pembangunan Salira itu sendiri dirinya membangun beragam ragam aspirasi dari masyarakat. Baik itu Gapura Pavling blok dan lain sebagainya tengah dilakukan di termin satu.
“Untuk Rw001 itu yang di bangunan masih di wilayah pavling blok. Sedangkan untuk Rw03 itu kita membangunan 3 titik. Di salah satu 3 titik dari Rw003 itu terdiri dari,Gapura,Pavling blok dan penerangan jalan. Bahkn kemudian untuk Rw04 itu pembangunan Gapura sama drainase dan pavling blok. Dan terus terakhir di Rw06 itu kita membangunan gapura dan drainase,”ujarnya.
Diakui Fatoni dalam empat titik proses pembangunan Salira di Kelurahan Lebak Gede itu sendiri dirihya mewajibkan kepada warganya agar memiliki sebuah gapura. Maka dari empat titik tersebut kebanyakan dari proses pembangunan Salira di bidang pembangunan Gapura.
“Iyah ada gapura di setiap lingkungan Kelurahan Lebak Gede bahwa kami mewajibkan membuat Gapura,”paparnya.
Dijelaskan Fatoni bahwa sebelum melaksanakan program Salira di Kelurahan Lebak Gede dirinya melakukan pengumpulan terlebih dulu. Sehingga dia melibatkan peran serta Rukun Tetangga dan Rukun Warga atau Rt/Rw pada proses pelaksanaan Salira di Kelurahan Lebak Gede.
“Adapun untuk prosesnya itu kita sebelum proses pelaksanaan Salira tetap kita mengumpulkan semua Rt/Rw yang akan dilaksanakan setiap kegiatan itu,” jelasnya.
Setelah melibatkan peran Rt/Rw di lingkungan Kelurahan Lebak Gede, kata Fatoni dirinya juga menekankan kepada Rt/Rw di lingkunganya agar setiap melaksanakan kegiatan Salira betul betul berkualitas dan juga waktu pekerjaanya tetap dipantau oleh Pokmas.
“Bahkan kita juga mewanti wanti terutama juga pada kualitas dan sebagai projek timeng atau waktu pekerjaanya tetap harus ada pengawasan dari Pokmasnya,” ungkapnya.
“Artinya yang seharusnya umur gappura atau drainase gara gara kualitas ataupun material yang kurang bagus di akibatkan mengurangi umur kualitas tersebut,” tambahnya.
“Dan itu yang menjadi tekanan kepada Rt dam Rw setiap kegiatan Salira. Maka kita setiap tahunya kita alhamdulillah di apresiasi dengan Kotaku yang memang salah satu kekuatan drainase itu sudah di akui oleh Kotaku,” lanjutnya.
“Iyah intinya saya tekankan pada kualitas yang terbaik. Dari pada belum sampai 10 tahun tiba tiba hajur atau rusak. Sehingga akan mengalami kerugian bagi sarana prasarana untuk masyarakat Lebak Gede,” tukasnya. (Zar/Red)




