HARITA.ID – Guna merealisasikan pendapatan dan belanja Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten masuk ke 10 besar dalam data tertunggi secara Nasional.
Perolehan ke 10 besar dari Pemprov Banten berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Hal itu di benarkan oleh, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti bahwa dalam merealisasikan pendapatan dan belanja Pemprov Banten pihaknya sangat bersyukur karena Pemprov Banten masuk dalam 10 tertinggi secara nasional, hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Realisasi hingga 30 juni 2023 itu untuk Pendapatan 43,18 persen dan Belanja 35,06 persen,” ujarnya.
Dalam mengoptimalkan realisasi belanja Pemprov Banten Tahun Anggaran 2023 Rina menyampaikan akan melakukan optimalisasi sesuai dengan anggaran kas yang telah disusun.
“Kalau untuk belanja kita optimalkan sesuai dengan anggaran kas yang sudah disusun,” katanya.
Selanjutnya, ia menjelaskan dalam menjaga jarak selisih realisasi pendapatan dan belanja sangatlah penting, sehingga dapat efektif.
“Itu pengelolaan kasnya efektif selisih pendapatan dan belanja kita tidak lebih dari 10 persen, efektif artinya tidak idle cash atau tidak banyak uang yang dibiarkan menganggur,” jelasnya. (Zar/Red)










