HARITA.ID – Bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri Bojong Baru Lingkungan Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengalami kerusakan sejak 2019.
Diketahui selain ada bangunan kelas yang tak layak, di depan ruang kelas juga terdapat atap atap sekolah yang rusak. Termasuk juga toilet untuk anak anak sekolah di nilai tidak layak. Karena mengalami kerusakan.
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Bojong Baru, Aca mengatakan terkait bangunan sekolah yang ia pimpin di SD Negri Bojong Baru merupakan sekolah bangunan inpres di jaman Presiden Soeharto. Yang dimana dijalan Presiden Soeharto tak ada bangunan tembok.
Maka lanjutnya, semenjak dia memimpin di SD Negri Bojong Baru di 2019 telah rusak kondisi sekolah yang dia pimpin.

“Bangunan sekolah SD Bojong Baru ini inpres. Ini semua temboknya gak ada besinya. Dan semenjak 2019 kondisi sekolah ini rusak. Bahkan, sampai sekarang belum di renovasi bahkan saya sudah ngusulkan ke Dinas tapi ternyata belum ada tanggapan atau realisasi dari dinas terkait,”kata Kepala Sekolah SD Negri Bojong Baru,Aca saat di wawancarai harita.id di ruanganya, Kamis 13 Juli 2023.
Selain telah mengajukan ke Dinas terkait, Diungkapkan Aca, dirinya telah mengajukan juga ke pihak industri. Akan tetapi, setelah di ajukan ke industri dan di arahkan ke pihak PT Pelindo, dari tahun 2019 sampai tahun ini belum di renovasi. Padahal, menurutnya proposal pengajuan renovasi sudah di ajukan olehnya ke PT Pelindo.
“Udah ke perusahaan atau industri. Bahkan kemarin kami ke Pelindo suruh buat proposal tapi gak ada jawaban dari pihak PT Pelindo belum merealisasi ruangan sekolah untuk anak anak,” ungkapnya.
Aca menegaskan bahwa sudah dua pengusulan proposal namun sampai hari ini belum terealisasi,termasuk juga dengan industri yang ada di lingkungan Ciwandan.
“Iyah intinya ada dua dinas terkait. Baik dinas pendidikan maupun industri yang berada di lingkungan ciwandan. Di tambah lagi sekolahan ini kan deket dengan industri. Artinya peran industri di ciwandan di nilai tutup mata,” tegasnya.
Di akhir, Caca berharap semoga proses pembangunan rehab gedung sekolah dasar di SD Negri Bojong Baru untuk bisa di bangun. Karena dirinya sangat riskan sekali jika terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

“Iyah harapanya ini segera di bangun. Ya karena menakutkan. Takut lagj hujan atau angin bahkan anak lagi kumpul di sini takut jatuh atap sehingga saya selaku pimpinan bagaimana rasa tanggung jawabnya,” harapnya.
Dikatakan Aca dalam ruangan yang mengalami rusak itu sendiri terdapat 3 ruangan.
Dari 3 ruangan itu di isi oleh anak kelas 1,bahkan dalam intruksi kementrian di kelas satu SD berisikan muridnya 28 murid.
Maka kata dia, jika melihat 3 ruangan kelas yang masih mengalami rusak ia sangat memprihatinkan di khawatirkan terjadi kebocoran.
“Ada 3 ruang kelas yang rusak dan sangat memprihatinkan. Dan ke 3 ruang kelas itu di kelas 1 SD semua. Jadi jumlah kelas 1 ini ada 3 di antaranya, A, B dan C. Dan setiap kelas di kelas 1 ada 28 orang. Jadi 28 di kali 3 84 anak orang dan di isi untuk anak kelas 1. Dan itu sesuai peraturan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayan,” ungkapnya.
“Ini bocor semua kalau lagi hujan. Dan harapanya kepada dinas pendidikan maupu industri agar turut membantu.Termasuk industri yang ada di Cilegon khususnya di Ciwandan untuk bisa peduli. Karena selama ini buanyak industri tidak ada peduli. CSR larinya keluar aja. Enggak mau masuk ke sini. Tidak pernah kesentulah,” tukasnya.
Sementara itu, Kadindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan bahwa, menanggapi persoalan SD Negeri Bojong Baru yang berada di Lingkungan Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan, pihaknya telah mengecek ke lapangan terkait informasi Sekolahan tersebut. Bahkan kata Heni dirinya akan merenovasi sekolahan tersebut di tahun ini.
“SD Bojong Baru sudah di survey oleh Dindik di tahun lalu. Makanya tahun ini sudah tersedia anggaran untuk rehabnya,” tandasnya. (Zar/Red)







