PANDEGLANG – Ratusan Pesilat dan Penari di Provinsi Banten bakal unjuk gigi menunjukan kebolehannya dalam acara Festival Pencak Silat dan Jaipong yang digelar oleh Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN).
Festival Pencak Silat atau Sanga Competition adalah sebuah kegiatan seni dan budaya yang mempertandingkan keterampilan pencak silat dan jaipongan yang digagas oleh Abah K.H Tb. Sangadiah, M.A yang merupakan Ketua Umum Paguron Jalak Banten Nusantara sekaligus pendiri dari museum pusaka Banten.
Ketua Pelaksana Sanga Competition Ratu Anita mengatakan, bahwa Pencak Silat dikenal sebagai seni beladiri warisan leluhur budaya bangsa Indonesia yang mengandung empat aspek utama yaitu pembinaan mental spiritual, kemahiran ilmu beladiri, disertai dengan gerak dan langkah yang indah serta aspek olahraga, yang mampu membuat jasmani menjadi sehat.
“Keseluruhan aspek tersebut terpadu menjadi satu dalam diri seorang pesilat sehingga keterampilan ini perlu dikembangkan dan dilestarikan,” tutur Ratu Anita saat ditemui dikediaman Minggu, 6 Agustus 2023.
Ia menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah menjadikan aspek seni beladiri dan tradisi pencak silat sebagai lahan pengembangan kreativitas untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman tentang seni budaya pencak silat serta memberikan penghargaan kepada peserta terbaik sebagai upaya penggalian, pelestarian, pengembangan, gagasan dan dan karya kreatif yang ditampilkan.
Selain itu, lanjut Ratu Anita, kegiatan festival pencak silat dan jaipongan ini juga dilaksanakan untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 sebagai penggiat perjuangan para leluhur dan memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.
“Waktu pelaksanaan Festival ini pada tanggal 07 sampai 16 Agustus 2023. Untuk lokasinya di Markas Komando DPP PJBN, yang bertempat di Desa Kadu Badak, Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Pandeglang Banten,” jelasnya.
“Dan untuk total hadiah yang akan diberikan kepada pemenang yaitu senilai 78 Juta sesuai dengan tahun kemerdekaan RI,” sambungnya.
Adapun, untuk persyaratan para peserta sendiri diantaranya, berusia diatas 17 tahun, mewakili perguruan atau Padepokan sanggar silat yang dipilih oleh ketua perguruan, wajib menjaga sportivitas dan peraturan yang ditetapkan oleh panitia.
Selain itu, peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran acara, wajib datang tepat waktu sesuai jadwal acara, wajib patuh pada keputusan final para juri, wajib mengikuti technical meeting dan wajib menjaga sopan santun dan kebersihan dalam kegiatan acara.
Kategori Festival
Kemudian, untuk kategori festival yaitu tiap perguruan atau Padepokan sanggar silat dapat mengikuti dua kategori yang dipertandingkan yaitu kategori tunggal dan beregu.
Untuk kategori tunggal dilaksanakan oleh satu orang peserta, lalu untuk kategori beregu dilaksanakan oleh minimal 4 orang peserta dan maksimal 8 orang peserta.
Untuk peserta kategori tunggal tidak dapat diikuti sertakan kembali pada kategori beregu dan tiap kategori bebas menggunakan senjata ataupun tangan kosong.
Sementara y, untuk durasi penampilan tiap kategori dilaksanakan minimal 3 menit dan maksimal 5 menit. Tampilan lebih ataupun kurang dari waktu yang ditentukan tidak dinilai oleh tim juri.
Ratu Anita berharap dengan adanya kegiatan ini, para generasi muda dapat lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya kesenian dan budaya warisan nenek moyang terdahulu. ***







