HARITA.ID – Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon menggelar Pesta Literasi Cilegon di tahun 2023.
Untuk diketahui,perayaan Pesta Literasi Cilegon tahun 2023 tersebut jatuh pada tanggal 8 September 2023, dimana pada tanggal 8 September 2023 ini diperingati sebagai Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day (ILD) atau Peringatan yang juga disebut sebagai Hari Aksara Internasional ini diperingati setiap tahunnya pada tanggal 8 September.
Kepala DPK Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, pada perayaan Hari ILD atau Hari Aksara Internasional 2023 ini merupakan dalam rangka menampilkan sebuah pesta rakyat dalam bidang literasi. Apalagi,lanjut Ismat, perayaan Hari Aksara Internasional 2023 ini, kegiatan setiap tahunya yang digelar di Kota Cilegon.
“Iyah hari ini merupakan acara pesta literasi yang merupakan agenda tahunan yang kita selenggarakan. Kalau waktu itu, gebiyar literasi. Hari ini kita ganti jadi Pesta Literasi Cilegon,”kata Ismatullah,Minggu 24 September 2023.
Dikatakan Ismat, kegiatan Pesta Literasi Cilegon ini tujuanya adalah memperingati dibulan september ini bahwa di bulan september itu tepatnya 8 September ada hari Aksara Internasional yang waktu itu dicanangkan di Teheran 1965.
Ditambah lagi,di tahun ini 2023 dalam sekup dunia ini di gelar di Prancis, maka lanjut dia,pada hari ini DPK Cilegon menggelar Hari Pesta Literasi ini dipusatkan di Kota Cilegon tepatnya di CCM, dengan harapan supaya masyarakat Cilegon dan pengunjung CCM mengetahui bahwa bulan September ini bulan Literasi.
“Di bulan Literasi Cilegon ini dihadiri oleh komunitas komunitas literasi yang ada di Kota Cilegon. Selain tadi itu,komunitas membaca nyaring, ada juga gaksa, ada juga komunitas literasi taman baca masyarakat di Kota Cilegon, ada juga dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon para pustakawan dan mereka itu yang tergabung Ikatan Perpustakaan (IP) Kota Cilegon juga hadir. Sehingga seluruh komponen yang terkait dengan literasi hadir,di CCM ini dengan harapan supaya terpublikasi lebih baik lagi,”harap Ismat yang juga mantan Kadindikbud Kota Cilegon.
Ismat menyampaikan, pada kegiatan pesta Literasi Kota Cilegon itu sendiri, DPK Kota Cilegon mengadakan bedah buku yang berjudul Ismat Ketjil (Ismat Kecil).
Dalam bedah buku Ismat Ketjil itu,menceritakan bahwa Kota Cilegon tenpo dulu hingga saat ini ada di sebuah buku tulisan yang berjudul Ismat Ketjil.
“Jadi acara ini sebetulnya rencana awalnya tidak ada bedah buku. Tetapi supaya lebih mewarnai pesta Literasi itu, karena literasi itu identik dengan buku, maka kebetulan saya sudah menyelesaikan buku Ismat Kecil di tahun 2023 ini. Yang isinya, menceritakan tentang bagaimana Kota Cilegon saat itu. Antara 65 sampai tahun 75. Karena saat itulah saya mengalami sebuah proses di Kota Cilegon. Maka apa yang saya alami itu kita tuliskan sebagai bentuk memori (pengingat) tetapi pada akhirnya bacaan wajib. Dan bahkan kalau pengen tau Cilegon sekitar tahun 70an,”ungkap Ismat.
Diakui Ismat,dalam melakukan bedah buku Ismat Ketjil ini,secara pribadi ia memandang di Kota Cilegon ini belum ada buku yang menceritakan tentang Cilegon masa lalu.
“Secara motivasi saya adalah pengen secara bertahap perlahan lahan Kota Cilegon masa lalu itu tertulis menjadi rujukan referensi kepada semua orang yang pengen tahu sehingga kedepan step by step akan saya tulis sampai Cilegon yang terakhir. Dan ini jadi bagian dari awal menceritakan bagaimana Kota Cilegon itu mengalami perkembangan sampai saat ini,”paparnya.
“Selanjutnya, pada bedah buku Ismat Kejcil tersebut tentunya kita padukan tentang diri saya dan saya lihat di Cilegon saat itu.Sebagai contoh, Cilegon saat itu cuman mendapatkan jalan aspal itu dari timur ke barat hanya jalan utama, tapi kalau utara selatan dari Bojonegara sampai Cibeber itu selainya tidak ada yang beraspal saat itu di tahun 70an,”sambungnya.
“Adapun untuk sekarang Kota Cilegon sudah hampir jalan infrastruktur semakin membaik,mall juga semakin banyak, bioskop juga waktu itu lebih banyak dari pada hari ini. Menunjukan ada pasang surut di Cilegon yang itu saya tuliskan,”imbuhnya.
“Intinya Kota Cilegon dari saya kecil sampai hari ini mengalami kemajuan. Tapi kemajuan signifikan ketika PT KS melakukan operasional di sekitar tahun 75 maka Kota Cilegon menjadi Kota industri yang tadinya agraris dan Kota Santri berubah status menjadi Kota Industri.Artinya dengan adanya Kota Industri maka investor masuk, dan kesejahteraan kondisi Cilegon semakin maju. Listrik juga semakin kesebar dimana mana, mall juga ada. Itu artinya pengembangan sangat luar biasa berkat perhatian pemerintah yang dari saat itu sampai saat ini,”pungkasnya. (Adv)







