HARITA.ID – Sebuah alat perangkat Early Warning System (EWS) yang merupakan alat mendeteksi pada bencana gempa bumi milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Wakil Walikota mengajak para Industri Kota Cilegon untuk menfasilitasi alat perangkat EWS di Kota Cilegon dalam mendeteksi Bencana Gempa Bumi di Kota Cilegon.
Wakil Wali Kota mengatakan, dengan tidak ada sebuah alat Early Warning System (EWS) yang merupakan alat mendeteksi pada bencana gempa bumi milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ini menjadi persoalan bersama.
Hal tersebut perlu kiranya untuk menjalin sinergitas dengan stekholder yang ada.
Baik itu dari Industri maupun OPD lain dalam mengadakan alat EWS untuk mendeteksi gempa bumi di Kota Cilegon.
“Menurut saya kedepan alat deteksi bencana itu harus bekerjasama dengan industri. Hal itu karena kepentingan yang sangat strategisnya itu kepada industri,” kata Sanuji kepada wartawan, Sabtu 31 Desember 2022.
Sanuji mengakui bahwa Industri lebih siap menghadapi bencana. Maka lebih lanjut masih kata Sanuji bahwa untuk OPD terkait khususnya kepada BPBD Kota Cilegon untuk segera melakukan sinergitas dalam pengadaan alat EWS dalam mendeteksi gempa bumi di Kota Cilegon.
“Saya kira Industri lah yang lebih siap. Karena para industri di Kota Cilegon sudah semestinya untuk berkolaborasi dengan Pemkot Cilegon dalam menfasilitasi alat EWS pada bencana Gempa Bumi,” harapnya.
Adapun untuk menfasilitasi adanya alat EWS itu sendiri, Sanuji mengakui bahwa di akhir tahum 2022 kemungkinan tidak akan bisa.
Hal tersebut sudah abis masa anggaranya. Namun kendati demikian ia berharap agar pada proses pengadaan alat EWS itu sendiri bisa dilakukan di awal tahum 2023.
“Kayaknya 2022 tidak keburu iyah untuk pengadaan EWS. Kemungkinan di awal 2023 harusnya. Sehingga kita bisa kumpulkan untuk membuat perencanaan kedepan,” pungkasnya. (Zar/Red)











