HARITA.ID – Tingkat kunjungan hotel dan restoran di Kota Cilegon meningkat hingga 50% pada 2022 bila dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut lantaran adanya transisi situasi new normal yang merupakan kebijakan pemerintah pusat salam mengatasi penyebaran covid-19.
Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon, Joni Gondang menjelaskan, di tahun 2022 pihaknya masih menemui kebijakan terkait pengendalian virus covid-19 seperti PPKM pada Januari sampai Mei.
“Harusnya prosentasi okupansi bisa jauh lebih tinggi jika pelonggaran kebijakan diberikan pemerintah sejak awal 2022. Namun kondisi ini pun tetap kami syukuri, bila mengingat tingkat kunjungan 2020 dan 2021 yang anjlok secara signifikan dibanding 2019,” kata Joni, Rabu 11 Januari 2023.
General Manager The Royale Krakatau Hotel, Rury Ilham, mengaku kunjungan tempatnya meningkat sejak bulan September hingga Desember. Meskipun ada kendala cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi diiringi dengan angin kencang.
“Bagi kami yang berlokasi di pusat kota isu-isu cuaca ekstrem tidak memiliki efek langsung terlalu besar, sebab pengunjung justru menghindari wilayah pesisir sesuai anjuran pemerintah,” ujar Rury.
Sementara untuk situasi animo kunjungan restoran dan cafe di Kota Cilegon menurut General Manager Cafe Gue, Rizki Irawan, menunjukan juga peningkatan meski tidak sesignifikan yang terjadi pada hotel.
“Dari sisi restoran dan kafe peningkatan terjadi, namun juga diiringi dengan pertumbuhan outlet baru sehingga pengunjug terbagi dengan rata. Tapi secara garis besar okupansinya jelas meningkat kalau dibanding 2021,” kata Rizki.
Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Nelly Evalinda, mengaku siap mendorong pencapaian okupansi hotel dan restoran yang lebih baik lagi pada 2023 dengan sejumlah program.
“Kami sudah siapkan serangkaian program, terutama yang bersinergi dengan BPC PHRI Kota Cilegon. Agar sektor pariwisata kita bisa kembali meningkat terutama dari sisi finansial,” pungkasnya. (Zar/Red)







