HARITA.ID – Di Hari Ulang Tahun (HUT) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Cilegon Mandiri yang ke 21, Wakil Walikota Cilegon sebut Kota Cilegon masih kekurangan air bersih.
Sanuji Pentamarta mengatakan,di HUT Perumda Kota Cilegon yang ke 21 Tahun, ia mengucapkan selamat ulang tahun untuk PDAM Kota Cilegon. Sehingga dengan telah menginjak umur yang ke 21 tahun PDAM Kota Cilegon diminta agar dapat meningkatkan pelayanan air bersih kepada seluruh masyarakat di Kota Cilegon.
“Selamat ulang tahun ke 21 tahun untuk PDAM Kota Cilegon. Dan juga saya meminta kepada PDAM Kota Cilegon untuk terus meningkatkan pelayanan. Menghadirkan air bersih,”kata Sanuji Pentamarta.
Dijelaskan Sanuji, PDAM adalah kepanjangan tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Maka kata Sanuji, PDAM dengan Pemerintah Daerah bersama sama melayani masyarakat dalam kesedian air bersih.
Sehingga peran PDAM Kota Cilegon agar bisa meningkatkan pemasokan air bersih.
“Iyah harus ada kolaborasi sinergi dengan banyak pihak. Menghadirkan trobosan air baku,” terangnya.
Dikatakan Sanuji, meminta kepada PDAM agar bisa meningkatkan cakupan air bersih di Kota Cilegon mencapai 100%. Apalagi, kata dia, data yang ia dapat laporan dari PDAM sendiri baru mencapai 20%. Maka olah sebab itu meminta agar PDAM konsentrasi melakukan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Cilegon.
“Jadi terus meningkatkan cakupan kita harus mendekati cakupan 100%. Dan sekarang baru 20% dari pelayanan PDAM Kota Cilegon kepada masyarakat,” terangnya.
Menurut Sanuji, dalam pelayanan PDAM cukuplah baik. Akan tetapi, masih ada catatan kepada PDAM Kota Cilegon agar meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Cilegon.
“Fasilitas kalau versi Pemerintah iyah cukup baik. Kepuasan masyarakat perlu ditanya. Maka, sehingga mudah mudahan pelayanan PDAM bagus walaupun ada catatan. Tapi mudah mudahan bagus. Tapi kalau ada keluhan dari masyarakat bisa di sampaikan saja. Pada prinsipnya kita ingin melayani pelayanan yang terbaik,” harapnya.
“Kedepan berharap bisa cakupanya nambah terus,” tambahnya.
Sanuji mengungkapkan dari 20% yang telah terlayani oleh PDAM Kota Cilegon sekian persen. Sehingga data tersebut diperlukan agar PDAM bisa berbagi sumber.
Apalagi, kata Sanuji meminta kepada PDAM dan memohon kepada Pemerintah Pusat beserta Pemerintah Provinsi agar bisa melakukan sinergi kepada air yang ada di sindang heula agar pencapukan air bersih di Cilegon menambah.
“20 persen itu terkait dengan rumah tangga yang terlayani oleh PDAM kota Cilegon baru 20%. Sisanya dari berbagai sumber. Iyah intinya Sub air baku kita kurang. Bahkan sebenarnya sumber air paling deket itu air sindang heula. Jadi mohon di sampaikan kepada Provinsi Banten,bantu Cilegon. Cilegon siap mengikuti arahan. Pusat dan Provinsi bantu kita segera air sidang heula tarik ke cilegon untuk menambah pencakupan,” terangnya.
“Iyah kurang tadi katanya. Yang baru dilayani Pemerintah baru 20% masyarakat cari sendiri. Kedepan kita berharap pelayanan kita bisa mendekati maksimal,” tambahnya.
Diakhir kata Sanuji di kalangan masyarakat Kota Cilegon masih banyak yang kekurangan air baku. Apalagi, di Cilegon sendiri tidak ada sungai maupun danau. Maka oleh sebab itu,jalan satunya dirinya meminta kepada PDAM Kota Cilegon agar bersama sama bersinergi dengan Provinsi dan pusat dalam ketersedian air bersih.
“Kita kekurangan air baku. Enggak ada air bakunya. Karena kita enggak ada danau gak ada sungai. Ada air baku sumbernya dari Sindang heula. Nah itu harus perlu bersama sama. Provinsi pusat hingga kota harus bersama sama,”pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Perumda CM Taufiqurrahman menyampaikan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu dari Sindangheula, dimana PDAM mendapat jatah 200 liter per detik tetapi karena masih belum selesainya penyambungan pipa Sindangheula ke Kabupaten/Kota sehingga belum bisa dilakukan penyaluran air.
“Masih belum bisa untuk mengambil air dari Sindangheula, tetapi akan saya upayakan selain di KTI kita juga bakal memanfaatkan air dari Bendungan di Ciberung yang sudah di keruk oleh PU, kebetulan di situ sudah ada WTP kita, karena dulu pernah dijalankan oleh PDAM,” pungkasnya. (Zar/Red)







