CILEGON, Harita.id – Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) Kota Cilegon saat ini sedang melakukan kajian untuk pembuatan alat pendeteksi banjir. Dalam kajian tersebut, Diskominfo Kota Cilegon menggandeng Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Unitrta).
Kepala Seksi Pelayanan Elektonik Goverment pada Diskominfo Kota Cilegon, Adi Tri Prasetyo mengatakan, pihaknya melakukan pertemuan dengan tim dari Fakultas Teknik Untirta untuk pembahasan kerjasama pengembangan program Cilegon Smart City. “Dalam konteks target implementasi selanjutnya, di Tahun 2019 ini kami menggandeng unsur akademisi dalam mendukung implementasi Cilegon Smart City,” ujarnya, Kamis (10/1/19).
Ia memaparkan, kerjasama ini dilakukan sebagai salah satu strategi dalam percepatan implementasi Cilegon Smart City yang telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon 2016-2020. Di mana bentuk implementasi smart city ini termaktub dalam Agenda Kelima Cilegon Berwibawa. ”Saat ini bersama Fakultas Teknik Untirta kita sedang mengkaji alat pendeteksi banjir, kita harap tahun ini bisa selsai dibuat,” harapnya.
Adi menjelaskan, alat pendeteksi banjir tersebut, nantinya akan dipasang di beberapa titik rawan banjir di Kota Cilegon. Dalam ujicoba, rencananya alat pendeteksi banjir tersebut akan dipasang di satu titik yaitu di danau sebelah Kantor Diskominfo Kota Cilegon. “Ujicoba dilakukan untuk menguji sistem kerja alat pendeteksi banjir. Sistem kerjanya, nanti alat akan mengirimkan notifikasi ke operator smart city ketika air naik ke titik yang telah ditentukan di alat tersebut,” jelasnya.
Adi menambahkan, dalam menjaga keamanan alat pendeteksi bajir juga akan dipasang Circuit Close Television (CCTV). Hal itu dilakukan gar alat tersebut tidak dicuri. “Kami masih melakukan kajian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Cilegon, Achmad Jubaedi mengatakan, pengembangan implementasi Cilegon Smart City memasuki tahapan yang difokuskan pada penerapan sistem pemantauan terintegrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Saat ini, Diskominfo Kota Cilegon juga tengah melakukan pendalaman terhadap pemanfaatan Internet of Things (IOT) yang difokuskan pada pemanfaatan sensor banjir, terlebih kondisi geografis Kota Cilegon saat ini berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir di beberapa wilayah.
“Percepatan implementasi Internet of Things ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam mengatasi permasalahan perkotaan di Kota Cilegon,” harapnya. (DM/RED)







