HARITA.ID – Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan (LPAP) Kota Cilegon angka kekerasan kepada anak mencapai di angka 227 periode Januari hingga November 2023.
“Untuk seluruh jenis kekerasan dari psikis, fisik, seksual, penelantaran dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mencapai 227,” kata Kepala LPA Kota Cilegon Masita melalui pesan singkatnya, Kamis, (4/1/2024).
Masita menuturkan, jenis kekerasan seksual dan kekerasan fisik menjadi angka tertinggi dari seluruh jenis kekerasan yang dilaporkan.
“Terdapat 46 kekerasan seksual, yaitu 34 kepada anak dan 12 kepada perempuan. Kemudian 46 kekerasan fisik, yaitu 34 kepada perempuan dan 12 anak,” ujarnya.
Jenis kekerasan lainnya, kata dia, penelantaran terdapat 15 diantaranya 10 terjadi pada perempuan dan 5 terjadi pada anak. Kasus TPPO dengan 1 perempuan dan 6 anak.
“Kekerasan psikis total 113 yaitu semua jenis kekerasan itu pasti berakibat pada psikis, sehingga korban itu nantinya kami tindaklanjuti dengan rehabilitas. Apalagi bagi korban pelecehan. Kami dampingi mereka sampai pulih, tapi persoalan hukum tetap itu ranahnya polres,” tuturnya.
Lebih lanjut, diterangkan Masita penyebab tertinggi di tahun 2022 terjadinya kekerasan pada perempuan yakni perselingkuhan dan ekonomi. Kekerasan pada anak karena gadget dan pola asuh.
“Sekarang ini anak-anak tidak jarang mendapatkan kekerasan terutama kekerasan seksual karena gadget. Kenalan dari media sosial, ketemu, tiba-tiba terjadi pelecehan,” ucapnya.
Menurutnya, gadget perlu di waspadai dan menjaga diri di media sosial. Hal itu dikarenakan terdapat oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja gunakan untuk melakukan pelecehan kepada perempuan bahkan anak-anak dibawah umur. Berupa penyebaran gambar maupun pemerkosaan yang mungkin terjadi.
“Penyebab lainnya pola asuh, hal ini karena kurangnya ilmu parenting yang di terapkan kepada anak. Beberapa masih menormalisasikan meneriaki anak, menampar atau memukul anak supaya disipilin. Padahal ada cara tersendiri mendidik anak lebih disiplin tanpa mengkasari.” ungkapnya.
Selain itu, Masita juga menyinggung soal gadget menjadi salah satu faktor penyebab adanya kekerasan pada perempuan terutama bagi pasangan suami istri di Kota Cilegon bahkan berujung pada perselingkuhan. (Zar/Red)







