Harita.id
Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » LPAP Singgung Gadget Jadi Faktor Kekerasaan Kepada Anak Di Cilegon, Segini Jumlahnya Selama Tahun 2023
Kota Cilegon

LPAP Singgung Gadget Jadi Faktor Kekerasaan Kepada Anak Di Cilegon, Segini Jumlahnya Selama Tahun 2023

admin
Diterbitkan: 4 Januari 2024
Bagikan
2 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID – Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan (LPAP) Kota Cilegon angka kekerasan kepada anak mencapai di angka 227 periode Januari hingga November 2023.

“Untuk seluruh jenis kekerasan dari psikis, fisik, seksual, penelantaran dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mencapai 227,” kata Kepala LPA Kota Cilegon Masita melalui pesan singkatnya, Kamis, (4/1/2024).

Masita menuturkan, jenis kekerasan seksual dan kekerasan fisik menjadi angka tertinggi dari seluruh jenis kekerasan yang dilaporkan.

“Terdapat 46 kekerasan seksual, yaitu 34 kepada anak dan 12 kepada perempuan. Kemudian 46 kekerasan fisik, yaitu 34 kepada perempuan dan 12 anak,” ujarnya.

Jenis kekerasan lainnya, kata dia, penelantaran terdapat 15 diantaranya 10 terjadi pada perempuan dan 5 terjadi pada anak. Kasus TPPO dengan 1 perempuan dan 6 anak.

Baca Juga

Bukan Sekadar Obati Warga, Puskesmas Ciwandan Diganjar Penghargaan Berkat Cegah Anemia-Stunting
JLS Cilegon Rawan Kecelakaan, Pemkot Siapkan Penutupan U-Turn
54.475 Warga Cilegon Kantongi IKD, Hampir 49 Ribu Lagi untuk Kejar Target
Parkir Semrawut di Bonakarta Bikin Warga Resah, Dishub Cilegon Turun Tangan

“Kekerasan psikis total 113 yaitu semua jenis kekerasan itu pasti berakibat pada psikis, sehingga korban itu nantinya kami tindaklanjuti dengan rehabilitas. Apalagi bagi korban pelecehan. Kami dampingi mereka sampai pulih, tapi persoalan hukum tetap itu ranahnya polres,” tuturnya.

Lebih lanjut, diterangkan Masita penyebab tertinggi di tahun 2022 terjadinya kekerasan pada perempuan yakni perselingkuhan dan ekonomi. Kekerasan pada anak karena gadget dan pola asuh.

“Sekarang ini anak-anak tidak jarang mendapatkan kekerasan terutama kekerasan seksual karena gadget. Kenalan dari media sosial, ketemu, tiba-tiba terjadi pelecehan,” ucapnya.

Baca Juga

Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon
Pelajar Apresiasi Workshop dan Pelatihan Jurnalistik SMSI Kota Cilegon
SMSI Cilegon Adakan Workshop dan Pelatihan, Cetak Jurnalis Siber Masa Depan
Monev DPPK Cabang Juara, Balai Warga Periuk Disiapkan Jadi Ruang Publik Warga

Menurutnya, gadget perlu di waspadai dan menjaga diri di media sosial. Hal itu dikarenakan terdapat oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja gunakan untuk melakukan pelecehan kepada perempuan bahkan anak-anak dibawah umur. Berupa penyebaran gambar maupun pemerkosaan yang mungkin terjadi.

“Penyebab lainnya pola asuh, hal ini karena kurangnya ilmu parenting yang di terapkan kepada anak. Beberapa masih menormalisasikan meneriaki anak, menampar atau memukul anak supaya disipilin. Padahal ada cara tersendiri mendidik anak lebih disiplin tanpa mengkasari.” ungkapnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain itu, Masita juga menyinggung soal gadget menjadi salah satu faktor penyebab adanya kekerasan pada perempuan terutama bagi pasangan suami istri di Kota Cilegon bahkan berujung pada perselingkuhan. (Zar/Red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Melalui Transformasi Digitalisasi Desa Dapat Percepat Kesejahteraan Bersama
Artikel Berikutnya Pj Gubernur Banten Al Muktabar Kunjungi KPU Bahas Perkembangan Persiapan Pemilu
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Cilegon

Kembali Digelar! Gebyar Kreativitas PAUD Cilegon Jadi Panggung Anak Unjuk Bakat

Kota Cilegon

Wawali Cilegon Ingatkan ASN: TPP Bukan Satu-satunya Motivasi Kerja

Kota Cilegon

60 Tahun KOHATI, Momentum Perempuan Muda Menjawab Tantangan Zaman

Kota Cilegon

Mahasiswa Demo Soroti APBD Cilegon, Robinsar Buka Ruang Dialog

Kota Cilegon

Rizki Dorong Anggaran Cilegon Lebih Tepat Sasaran, PAD Jadi Perhatian

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com