HARITA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) masifkan gerakan sosialisasi kepada ratusan anak murid di Kota Cilegon, salah satunya kalo ini berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Cilegon.
Menurut informasi yang di dapat dari Dinkes, terdapat 450 peserta dari seluruh murid SMP N 8 Cilegon. Sehingga dari kegiatan edukasi kepada 450 peserta atau anak murid di SMP N 8 Cilegon dihadiri langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Cilegon drg Rully Kusumawardhany yang di dampingi oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 8 Cilegon, Yossie Kristin.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Cilegon drg Rully Kusumawardhany mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan sosialisasi terhadap ratusan anak murid di SMP N 8 Cilegon.
Hal tersebut ia lakukan di Dinkes, sebagai bentuk komitmen dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tentunya akan berdampak terhadap kesehatan yang bergizi dengan mengikuti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Salah satu ciri bangsa maju adalah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan, kecerdasan dan produktivitas kerja yang tinggi. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh keadaan gizi, dan pola makan merupakan perilaku penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi,” kata Rully.
Rully menyebutkan, permasalahan gizi di indonesia pada anak usia sekolah terjadi karena kurangnya zat gizi tingkat berat, hal ini disebabkan rendahnya konsumsi energi ( karbohidrat, protein dan lemak) dalam makanan sehari-hari dan atau disertai dengan penyakit infeksi sehingga tidak terpenuhinya angka kecukupan gizi ( AKG).
Disamping itu kegiatan aksi bergizi ini adlh salah satu rangkaian upaya pencegahan stunting.
“Dengan memberikan pengetahuan pada pelajar cara pencegahan stunting dan mempersiapkan kondisi remaja putri sebagai calon ibu dimasa datang dengan kualitas kesehatan yang memadai sehingga diharapkan dapat memperoleh generasi akan datang yang berkualitas juga,” ujar Rully.
Selain itu kegiatan aksi bergizi ini juga merupakan untuk pencegahan PTM ( Penyakit Tidak Menular ) melalui kemampuan para siswa agar bisa memilih & memilah makanan sehari hari maupun jajanan yang dikonsumsi agar tidak menimbulkan resiko terjangkit PTM .
Hal tersebut, menurut Rully, disebabkan kasus PTM sudah menyerang kelompok usia produktif termasuk kelompok usia pelajar .
“Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh,” terangnya.
Diterangkan Rully, gizi seimbang bagi anak sekolah dipenuhi setiap hari dengan makanan yang beraneka ragam. Konsumsi makanan dengan pola gizi seimbang harus memperhatikan empat prinsip dasar, yaitu : mengkonsumsi aneka ragam makanan, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), melakukan aktivitas fisik dan memonitor berat badan ideal.
“Dengan dilaksanakannya Gerakan Aksi Bergizi serta PHBS di sekolah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sekolah yaitu siswa/ siswi beserta para guru tentang pentingnya asupan gizi seimbang agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit,” harap Rully.
“Semoga dari pertemuan ini para peserta dapat bertambah pengetahuannya, termotivasi untuk menyebarluaskan ke komunitasnya ,masyarakat dan lingkungan sekitarnya demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Cilegon pada khususnya,” tukasnya. (Zar/Red)






