KAB. SERANG, HARITA.ID – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan moral anak di tengah derasnya arus informasi serta tantangan perkembangan zaman saat ini.
Hal tersebut disampaikan Ratu Zakiyah saat menghadiri Wisuda Angkatan XXVI Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPTKA) BKPRMI Kabupaten Serang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, pendidikan agama dan pembentukan akhlak tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah maupun lembaga pendidikan keagamaan. Peran orang tua di rumah menjadi faktor penentu keberhasilan pendidikan tersebut.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan keterbukaan informasi yang begitu masif, pendidikan moral dan agama sangat penting dimiliki anak-anak. Karena semuanya berawal dari rumah. Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ujar Ratu Zakiyah.
Ia menjelaskan, berbagai nilai akhlakul karimah dan ajaran syariat Islam yang diajarkan di lembaga pendidikan akan sulit membentuk karakter anak secara optimal apabila tidak diperkuat melalui keteladanan dan pendampingan orang tua di rumah.
Menurutnya, keberhasilan mencetak generasi unggul membutuhkan sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat. Ketiganya memiliki peran strategis yang tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
“Kalau semua diserahkan kepada tenaga pendidik, sementara di rumah orang tua tidak memberikan perhatian yang sama, tentu akan sulit mencetak generasi yang kita harapkan. Karena itu, semua pihak harus mengambil peran,” katanya.
Ratu Zakiyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam menyiapkan generasi Qurani yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki ketahanan moral yang kuat.
Menurut dia, tantangan terbesar yang dihadapi anak-anak saat ini adalah derasnya arus informasi digital, termasuk paparan berbagai konten di media sosial yang tidak selalu berdampak positif.
Meski demikian, ia optimistis anak-anak mampu menghadapi tantangan tersebut apabila sejak dini telah dibekali pendidikan agama yang kuat.
“Saya meyakini jika anak-anak sudah dibentengi dengan pondasi moral yang kokoh, mereka akan mampu memfilter berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Aber Nurhadi, Kepala Bidang SMP Dedi Mawardi, Ketua PCNU Kabupaten Serang KH Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir, serta sejumlah tokoh pendidikan dan keagamaan lainnya.
Sementara itu, Ketua LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang Sukri menyampaikan bahwa sebanyak 223 santri dan santriwati mengikuti prosesi wisuda tahun ini. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Serang, dengan jumlah terbanyak dari Kecamatan Kramatwatu, Anyar, Kragilan, dan Ciruas.
Sukri menyambut baik pesan yang disampaikan Bupati Serang terkait pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
Menurutnya, masukan tersebut akan menjadi perhatian bagi LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang untuk memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an dan keluarga.
“Kami mendukung penuh arahan Ibu Bupati. Ke depan, kami akan menindaklanjuti hal ini agar peran lembaga pendidikan dan orang tua semakin berjalan seiring dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berkarakter Qurani,” kata Sukri.
Wisuda TPQ yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut tidak hanya menjadi momentum penghargaan atas capaian para santri dalam mempelajari Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai pusat pendidikan pertama dan utama bagi anak.
(Adv*)








