HARITA.ID – Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten akan mendorong perekonomian sektor pariwisata di Provinsi Banten.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, perekonomian di Provinsi Banten telah kembali pulih pasca Covid-19, PDB di Banten juga telah menguat sebesar 5,71 persen pada triwulan III Tahun 2022 year on year (YoY). Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang sebesar 4,41 persen.
“Inflasi di Banten pada Desember 2022 menunjukkan angka 4,56 persen (YoY). Pengendalian Inflasi di Banten cukup baik ditunjukkan dengan inflasi Banten masuk ke 5 besar terendah se-Nasional setelah Maluku Utara 3,47 persen, Papua Barat 3,87 persen, Sulawesi Utara 4 persen, dan DKI Jakarta 4,21 persen,” ujarnya.
Menurutnya, kinerja APBN 2022 mampu meredam gejolak ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat, hal itu tercermin dari kinerja positif perekonomian Indonesia yang melaju kuat di tengah turbulensi ekonomi global.
“PDRB Banten tumbuh kuat sebesar 5,71 persen pada Triwulan III-2022 (YoY) dan sudah melampaui level PDRB pra pandemi dan indikator-indikator ekonomi makro juga menunjukkan penguatan,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Bank Indonesia Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat, mengungkapkan bahwa dalam menopang perekonomian di Provinsi Banten itu ialah dari banyaknya investasi.
“Kebetulan industri pengolahan kita kan banyak, sekarangkan banyak investasi yang akan diimplementasikan atau direalisasikan di tahun 2023, itu yang akan menopang ekonomi banten,” ucapnya usai acara Taklimat Media Laporan Perekonomian dan Kinerja Fiskal, Moneter, dan Keuangan Daerah Provinsi Banten.
Imaduddin menjelaskan, BI Banten memiliki tiga poin yang akan dijaga pada tahun 2023 ini, diantaranya Inflasi, Inklusivitas UMKM dan Digitalisasi. Menurutnya digitalisasi akan membantu percepatan konsumsi.
“Disamping inklusivitas UMKM, harapan yang kita dorong juga wisata, sudah beberapa kali kita bahas detail dengan provinsi bahwa kita akan dorong wisata di Banten,” katanya.
Termasuk juga sebenarnya investasi, pihaknya juga sudah duduk bersama membahas bagaimana mempertahankan investasi di Banten agar lebih fokus.
“Yang lebih penting kepastian pertanahan, karena dalam percepatan investasi, tanah itu menjadi penting. Inilah yang mungkin kami juga dengar, Pemprov juga berkolaborasi dengan BPN untuk memastikan memetakan mana-mana, tanah-tanah untuk investasi bisa cepat prosesnya. Karena syarat dari OSN juga kepastian tanah,” tandasnya. (Zar/Red)








