Harita.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Gubernur Banten: Pemerintah Sudah Memberikan Akses Kepada Para Pelaku Ekonomi
Sosial Budaya

Gubernur Banten: Pemerintah Sudah Memberikan Akses Kepada Para Pelaku Ekonomi

admin
Diterbitkan: 16 Juli 2020
Bagikan
4 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

SERANG, – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan, untuk pemulihan ekonomi pemerintah sudah memberikan akses kepada para pelaku ekonomi. Tentunya dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan.

“Hari ini kita rapat konsolidasi berkaitan dengan penyerapan anggaran, penanganan Covid-19, dampak Covid-19 terhadap ekonomi serta program-program pemulihan ekonomi di Provinsi Banten,” ungkap Gubernur Banten kepada wartawan di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Jl. Satria – Sudirman No. 1 Sukaasih, Kota Tangerang (Rabu, 16/7/2020).

Dalam Rapat Koordinasi Bidang Keuangan dan Ekonomi itu, Gubernur Banten sampaikan tiga pesan Presiden Joko Widodo kepada bupati/ walikota.

“Pertama, penyerapan anggaran masih relatif rendah. Penyerapan menjadi penting dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Kedua, lanjutnya, di beberapa daerah Covid-19 masih menular. Ke depan covid harus terus turun, yang positif berkurang yang sembuh bertambah yang meninggal berkurang. Provinsi Banten di posisi keduabelas (XII) hampir ketigabelas (XIII) secara nasional.

Baca Juga

Satu Tahun Zakiyah-Najib, 717.147 Warga Kurang Mampu Difasilitasi Jaminan Kesehatan, 559.770 Warga Terlayani CKG
1.500 Masyarakat Ikuti Tradisi Seba Alit, Al Muktabar Minta Anak Anak di Baduy Tak Terkena Stunting
1.500 Masyarakat Baduy Datangi ke Pemprov Banten, Ini Pesan Al Muktabar di Seba Baduy 2024
Kerajinan Khas Provinsi Banten, Tine Al Muktabar Promosikan Batik Tenun Baduy di Surakarta Jawa Tengah

Ketiga, masih menurut Gubernur Banten, KPK, BPK, BPKP, agar tidak memberikan kekhawatiran dan kegalauan kepada pengambil keputusan dalam mengelola anggaran, dalam pengadaan barang dan jasa.

Dikatakan, perekomian dunia diproyeksikan mengalami kontraksi atau tumbuh minus 6 persen. Sementara Singapura diperkirakan mengalami resesi, diproyeksikan minus 41 persen.

Masih menurut Gubernur Banten, terkait penyerapan anggaran terkait realokasi dan refocusing serta menurunnya pendapatan daerah, Presiden Joko Widodo memberikan arahan secara umum belum dioptimalkan dana bantuan yang bersumber dari APBN karena masalah data dari kabupaten/ kota.

Baca Juga

Perwakilan Provinsi Banten Ikuti HUT Ke-44 Dekranas dan HKG ke-52 PKK di Solo, Begini Pesan Al Muktabar
Azizan-Yulli, Kang Nong Kabupaten Serang 2024
Kembali Latih Warga Membatik, Bupati Serang Komitmen Jaga Budaya
DWP Provinsi Banten Bakal Gelar Lomba Line Dance Pada Hari Kartini

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Suriadimadja mengungkapkan, industri pengolahan di Provinsi Banten masih tumbuh 0,37 persen dan perlu didorong karena untuk Banten industri pengolahan memberikan kontribusi yang besar.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi Bank Indonesia menyarankan agar memperhatikan indikator makro dengan mendorong konsumsi rumah tangga melalui kebijakan bantuan sosial (Bansos) dan stimulus lainnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Termasuk pula kebijakan yang mendorong transaksk non-tunai dan digitalisasi yang mempercepat penerimaan daerah.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Adhi Wiriana mengungkapkan telah terjadi penurunan mobilitas penduduk sejak 15 Maret 2020.

Dikatakan, masyakat lebih taat kepada kebijakan pemerintah daerah. Namun berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat miskin. UMKM sebagai katup pengaman perekomian ikut terdampak sehingga pertumbuhan ekonomi mengalami konstraksi.

“Konsumsi rumah tangga tumbuh melambat karena daya beli masyarakat relatif rendah. Meski inflasi relatif terjaga di 3,5 persen,” ungkapnya.

Baca Juga

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Paguron Silat dan Jawara Jaga Stabilitas Daerah
Tutup Pelatihan Tenun Baduy, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Lestarikan Warisan Budaya Leluhur
Dindikbud Gelar Kirab Dan Festival Budaya Diapresiasi Warga Cilegon
Tingkatkan Seni Dan Kebudayaan Di Cilegon, Dindikbud Gelar Kirab Dan Festival Budaya Tahun 2023

Pertanian dan perikanan, lanjut Adhi, menjadi sektor yang masih produktif. Serta perlunya penguatan UMKM.

Sementara itu Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten Muhammad Masykur mengungkapkan untuk wilayah Banten, BPKP telah memberikan pendampingan dan konsultasi dalam proses pemanfaatan anggaran daerah.

Menurutnya ada kelonggaran untuk pengadaan barang dan jasa. Misalnya, dari sisi kewajaran harga, rekanan sendiri yang harus membuktikannya.

Ditambahkan bahwa dari sisi perencanaan, antisipasinya terlalu tinggi, sehingga realisasi dari refocusing masih rendah, termasuk Banten.

Sementara itu Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengakui, realisasi anggaran APBD Kabupaten Tangerang mencapai 30 persen. Sehingga perlu dipercepat kegiatannya.

Sedangkan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah lebih memilih belanja kegiatan sesuai dengan kemampuan kas daerah untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Di akhir rapat, Gubernur Banten kembali menegaskan di tingkat kepala daerah. “Harus kita bangun semangat koordinasi dalam menghadapi Covid-19,” pungkasnya. (DM/red)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Tanpa Pengawalan Saat Sidak, Walikota Cilegon Tegur Pegawai Tak Pakai Masker
Artikel Berikutnya UPZ Baznas Kembali Distribusikan Zakat ASN Pemprov Banten
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Sosial Budaya

Pemprov Banten Gelar Parade Budaya di Bandara Soekarno Hatta

Sosial Budaya

STQH 2023 Jambi, Pj Sekda Virgojanti: Kafilah Provinsi Banten Siap Berikan Yang Terbaik

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Gelar Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Baduy

Sosial Budaya

Hadiri Deklarasi TTKKBI, Al Muktabar: Pesilat Pelestari Seni Budaya dan Menciptakan Kamtibmas

Sosial Budaya

Dekranasda Provinsi Banten Tampilkan Tenun Baduy dan Rajutan Pada Pameran Asta Karya Nusa

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com