Harita.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
  • berita gosip artis terbaru
  • Info terkini
  • berita artis terbaru
  • tips kesehatan
  • Berita terbaru
  • berita artis terkkini
  • tips&trik
  • nunung srimulat
Harita.idHarita.id
Pengubah Ukuran FontAa
  • Home
  • News
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Tokoh
  • Opini
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Budaya & Religi
  • Advertorial
Search
  • Home
  • Kanal
    • News
    • Daerah
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Gaya Hidup
    • Tokoh
    • Opini
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Budaya & Religi
    • Advertorial
Sudah memiliki akun? Masuk
Ikuti KAMI
© 2026 darkslategrey-mongoose-970280.hostingersite.com. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com
Beranda » Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi
Kota Serang

Ratu Zakiyah Minta Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Anak, Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi

admin
Diterbitkan: 29 September 2026
Bagikan
5 Menit Baca
- Advertisement -
Ad image

HARITA.ID — Sekolah tak cukup hanya menjadi tempat anak menimba ilmu. Lingkungan pendidikan juga harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.

Hal itu ditegaskan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat menghadiri Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman jenjang Sekolah Dasar (SD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang di Swiss-Belinn Modern Cikande, Senin (28/9/2026).

Ratu Zakiyah mengatakan budaya sekolah aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepala sekolah tidak bisa bekerja sendiri karena perlindungan anak dan peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Kegiatan sosialisasi budaya sekolah supaya aman dan nyaman ini diintegrasikan dengan para kepala sekolah. Mereka juga mendapatkan pendidikan melalui Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP),” kata Ratu Zakiyah kepada wartawan.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Salah satunya dengan memberikan keteladanan kepada guru dan seluruh perangkat sekolah.

Baca Juga

Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal
Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten: Realisasi Investasi Capai Rp1,9 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Bupati Serang Minta Baznas Tingkatkan Partisipasi dan Kontribusi untuk Membantu Masyarakat
Bupati Serang Ratu Zakiyah Kunjungi Posko Carita, Temui Keluarga Korban 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

“Sekolah harus menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita. Itu yang pertama. Tapi itu tidak bisa satu sektor saja, misalnya Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia menyebut kolaborasi juga perlu dilakukan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKB), terutama dalam memastikan perlindungan terhadap anak.

Sementara dari sisi mutu dan layanan pendidikan, koordinasi dengan BPMP juga dinilai penting.

Baca Juga

Bupati Serang Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Segera Ditemukan dalam Keadaan Selamat
Dilantik, Bupati Serang Minta Pengurus GOW Beri Perempuan Penguatan Inklusif Mencegah KDRT
Wujud Nyata Program Presiden Atasi Darurat Sampah, 1.161 Ton Sampah di Banten Bakal Dijadikan Energi Listrik
Groundbreaking Pembangunan PSEL Desember 2026, Bupati Serang Siap Penuhi Pasokan 400 Ton Sampah

Ratu Zakiyah juga meminta kepala sekolah membangun komunikasi yang intensif dengan orang tua siswa. Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.

“Saya juga sampaikan harus jalin komunikasi dengan orang tua murid karena itu penting. Mendidik anak tidak hanya guru saja, tapi perlu kolaborasi dan sinergi dengan para orang tua murid,” katanya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah penggunaan gawai oleh anak. Orang tua dan sekolah dinilai perlu bersama-sama melakukan pendampingan dan pembatasan penggunaan gawai agar tidak mengganggu proses tumbuh kembang maupun pendidikan anak.

Ratu Zakiyah mengatakan secara umum kondisi sekolah di 29 kecamatan di Kabupaten Serang masih berjalan aman dan nyaman. Namun, ia mengakui tetap ada sejumlah kasus yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Ada satu dua titik atau salah satu padepokan di salah satu pendidikan, ada oknum melakukan hal yang tidak diinginkan. Itu juga menjadi keseriusan dan keprihatinan kita bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan persoalan tersebut tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sektor pendidikan. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan melaporkan jika menemukan indikasi yang dinilai tidak wajar.

Baca Juga

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita
Pemkab Serang Dukung Riset Stranas 2026 untuk Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas
Komitmen Gubernur Berbuah Manis, Banten Raih Juara 2 Tata Kelola Konservasi Energi Tingkat Nasional.
Mahasiswa UI Dorong Pemberdayaan Warga Kabupaten Serang melalui Program Panglimaja

“Tidak hanya leading sektor yang ada di wilayah pendidikan ini saja, tapi semua elemen masyarakat bergerak di wilayah masing-masing. Kalau misalnya ada kejanggalan-kejanggalan, maka patut dilihat atau disampaikan kepada yang seharusnya,” tegasnya.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Aaber Nurhadi mengatakan sosialisasi tersebut diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang bebas dari bullying, diskriminasi, maupun perlakuan yang membuat siswa merasa dibedakan.

“Diharapkan ke depan anak-anak di sekolah merasa nyaman, tidak lagi ada diskriminasi, tidak lagi ada perbedaan-perbedaan,” kata Aaber.

Ia mengatakan penerapan budaya sekolah aman dan nyaman mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Untuk memastikan program berjalan, Pemkab Serang membangun kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah. Kelompok kerja tersebut diketuai Sekretaris Daerah, dengan Bapperida sebagai wakil ketua dan Dindikbud sebagai sekretaris.

Sejumlah perangkat daerah terkait juga dilibatkan, antara lain DP3AKB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.

“Harapannya tidak lagi diskriminasi kepada anak-anak, kepada murid. Kemudian ada pelayanan yang sebaik-baiknya untuk lingkungan sekolah agar mereka merasa di sekolah itu betah, nyaman,” tuturnya.

Kepala BPMP Provinsi Banten pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi langkah Pemkab Serang dalam membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Menurut Aria, penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Pokja tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat penerapan budaya sekolah aman dan nyaman.

“Ini harus kita apresiasi dan kita berikan poin penting, karena tentunya Banten ini termasuk provinsi yang pertama untuk merilis Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, baik provinsi maupun kabupaten-kota,” ujarnya.

Dengan kolaborasi pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, budaya sekolah aman dan nyaman diharapkan tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas. Tujuannya sederhana: memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat anak belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut maupun perlakuan diskriminatif.

(Red*)

- Advertisement -
Ad image
Bagikan Artikel Ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Salin Tautan
Artikel Sebelumnya Gubernur Banten Andra Soni Dengar Curhat Nelayan Sidamukti: Dermaga Rusak hingga Muara Dangkal
Artikel Berikutnya Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin
- Advertisement -
Ad imageAd image
TERKINI

Algo Sapiens: Ketika Manusia Mulai Dikendalikan Mesin

Pemkot Cilegon Genjot PAD, Lahan Sawah 20 Hektare Jadi Sumber Cuan Daerah

Pedagang Pasar Kranggot Dukung Penataan Parkir, Ada Satu Syarat

Menggalakkan Semangat Jurnalistik, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hadir Berbagi Motivasi di JBS Cilegon

Pelajar Apresiasi Workshop dan Pelatihan Jurnalistik SMSI Kota Cilegon

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Berita Terkait
Kota Serang

Pemkab Serang Hadirkan Aku Desa Digital Optimalisasi Pelayanan Dasar Publik

Kota Serang

Festival Cikolelet 2026 Digelar, Mendes Yandri: Rawat Kearifan Lokal, Bangun Kesejahteraan

Kota Serang

Hadiri Puncak HUT ke 81 RI di Desa Cisait, Wabup Serang Tekankan Teladani Perjuangan Pahlawan

Kota Serang

HUT ke-88 RSDP Serang, Bupati Zakiyah Resmikan 10 Mesin Cuci Darah Baru

Kota Serang

Jadi Irup Upacara HUT ke 81 RI, Bupati Serang Pastikan Maksimalkan Pelayanan Dasar

Harita.id
Harita.id menyajikan berita terpercaya, aktual, dan berimbang tentang berbagai peristiwa serta perkembangan yang penting bagi masyarakat.
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Disclaimer
  • Iklan

2016 © Harita.id. Designed with ❤︎⁠ by dezainin.com